AdalahPay

SatuNusaNews – Masyarakat Aceh terus mendesak kepolisian untuk membuka data pelanggan prostitusi online di Aceh. Berbagai elemen masyarakat meyakini membuka identitas pelanggan prostitusi di Aceh memberi efek jera bagi pelaku dan calon pelaku.

Dua minggu lebih Polresta Banda Aceh berhasil mengungkapkan praktik prostitusi online di Banda Aceh. Sebelumnya kepolisian di Aceh Barat juga mengungkapkan hal yang sama, dilanjutkan dengan Lhokseumawe.

Sederetan kasus tersebut telah mencoreng nama Aceh sebagai negeri syariat. Masyarakat pun sangat resah dengan kejadian tersebut. Karena itu masyarakat terus menunggu pihak kepolisian membuka daftar pelanggan prostitusi on line di Aceh.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Pemuda Dewan Dakwah Aceh, Sanusi Madli, Selasa (3/4/2018) di Banda Aceh.

“Masyarakat terus menunggu daftar nama nama pelanggan prostitusi online, terutama di Banda Aceh. Prostitusi ini ada karena ada pelanggannya. Polisi harus mengungkapkan segera supaya masyarakat tidak saling curiga,” ujar Sanusi.

Pelanggan juga salah satu pihak yang harus dicambuk, baik yang sudah berzina, maupun yang berkhalwat.

“Polisi harus menangkap mereka. Siapapun itu. Pelaku telah merusak citra Aceh dan ini dapat mengundang bencana bagi Aceh. Sudah cukup lah tsunami 2004, jangan lagi mengundang kemurkaan Allah di bumi Aceh,” kata Sanusi.

Sanusi juga mengapresiasi kinerja polisi yang telah mengungkapkan kasus prostitusi online di Banda Aceh seraya berharap polisi terus bersemangat untuk mengusut tuntas.

Hingga saat ini ada tiga mucikari masih belum terungkap. Kepada masyarakat juga diminta untuk melaporkan kepada pihak berwenang jika ada gerak gerik yang mencurigakan.

“Kita percaya polisi bersama jajaran Satpol PP-WH akan mengungkapkan semuanya, termasuk jaringan mucikari yang masih buron. Masyarakat pun sangat antusias melakukan pengawalan, mudah mudahan tidak mengecewakan. Meskipun demikian, masyarakat juga harus membantu polisi dan Satpol PP-WH untuk mengungkapkan hal ini,” harap Sanusi. #

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.