Jokowi Meroket
AdalahPay

SatuNusaNews – Kondisi perekonomian Indonesia yang memburuk akhir-akhir ini bisa berakibat dilengserkan Jokowi sebagai presiden. Hal ini merupakan amanat konstitusi yang membatasi defisit anggaran tidak boleh melebihi ambang 3%.

Saat ini defisit anggaran pemerintahan Jokowi berada pada angka 2.19% dan bukan tidak mungkin akan terus naik jika pemerintah tidak memiliki strategi anggaran yang baik.

DPR RI memiliki kesempatan untuk melakukan pemakzulan kepada presiden Jokowi karena UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, utamanya Pasal 12 ayat (3) UU menyebutkan defisit anggaran dibatasi maksimal tiga persen dari PDB.

Dalam sebuah diskusi bertajuk ‘Hutang, Demi Pembangunan atau Kehancuran?’ di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (27/3),  peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara memaparkan kondisi tersebut.

Menurutnya, angka tersebut bisa melewati tiga persen jika harga minyak dunia terus merangkak naik. Di satu sisi pemerintah Jokowi harus menambah subsidi. Selain itu pemerintahaan di bawah kepemimpinan Jokowi lebih mengutamakan proyek infrastruktur yang belum berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Defisit anggaran kita itu bisa mendekati tiga persen dan terancam, kalau lebih dari tiga persen dia bisa di-impeach atau diturunkan,” ujar Bhima.

Lebih lanjut Bhima, menyarankan pemerintah memimiliki skenario dalam mengatasi ancaman kenaikan defisit anggaran 2,19 persen. Sebab bisa saja sebelum akhir periode, DPR menjalankan Hak Interpelasi terkati kebijakan pemerintah Jokowi dalam menahan lonjakan defisit anggara.

“Ini skenario yang saya kira harus jadi ancaman serius dan kita harus hati-hati soal itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, defisit anggaran dapat diakibatkan oleh beberapa faktor penting antara lain karena anggaran yang memang kurang, dan adakalanya pula cara atau metode pembiayaan yang mengakibatkan defisit.

Defisit anggaran bisa diartikan pemerintah telah mengkonsumsi lebih dari jumlah pendapatannya yang kemudian biaya kekurangannya itu diambilkan dari pendapatan individu. Ini artinya, total permintaan terhadap barang dan jasa berlebih jika dibandingkan dengan total penawaran. Jika dibiarkan terus terjadi, kondisi keuangan negara dalam situasi yang berbahaya dan menganggu penyediaan kebutuhan lain. #

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.