AdalahPay

SatuNusaNews – Ratusan orang yang tergabung dalam Serikat Petani Karawang (SEPETAK) melakukan unjuk rasa, menuntut KPK menangkap pendiri Podomoro Group Trihatma Kusuma Haliman. Mereka meyakini Trihatma adalah otak di balik suap yang dilakukan PT Agung Podomoro Land.

Pengacara petani Karawang Hendra Supriatna menyatakan, Trihatma adalah inisiator suap yang dilakukan anak buahnya, yaitu Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja terhadap anggota DPRD DKI Mohamad Sanusi dalam kasus Raperda Reklamasi Teluk Jakarta. 

Tak hanya itu, terkait dengan kasus pembelian lahan sawah yang ada di Kabupaten Karawang, Hendra mengungkapkan Ariesman yang kala itu menjabat sebagai Presiden Direktur PT Buana Makmur Indah (BMI) diduga diperintah oleh Trihatma untuk menyuap pejabat Pemkab Karawang untuk memberi izin membeli lahan tersebut. Dalam kasus itu mantan bupati Ade Swara bersama istrinya menjadi korban.

“Ariesman itu hanya coro. Trihatma selaku pendiri harus ditangkap. Trihatma biasa suap kanan kiri,” katar Hendra dalam orasinya di depan Gedung KPK, Jakarta, (13/04/2016).

Hendra menuturkan, ada 350 hektar tanah petani di Karawang telah dirampas oleh anak perusahaan milik Trihatma, yaitu PT BMI. Menurut dia, setelah seluruh tanah tersebut dibeli, Trihatma menjual tanah tersebut ke beberapa pihak.

“Dia jual ke pihak luar negeri tanah itu tanpa alasan yang jelas. Lucunya dia (Trihatma) bisa menipu orang-orang itu buat menipu. Dia menulis tanahnya seluas 528 hektar,” tegasnya.

Hendra berharap KPK tidak akan tebang pilih untuk menjerat para pelaku korupsi mafia tanah di Indonesia. “Ini kejahatan korporasi. Itu telah membunuh ratusan petani Karawang,” cetus dia.

[] ydi

Facebook Comments