AdalahPay

 

SatuNusaNews – Ustad Ahmad Alhabsyi melalui manajemennya mengeluarkan pernyataan resmi terkait kecelakaan yang menimpa rombongannya saat berdakwah ke Sumatera Utara. Beberapa media dianggap telah menyebarkan berita bohong dan fitnah yang menyudutkan Ustad Alhabsyi.

Pada hari Kamis (03/03) lalu rombongan ustad Ahmad Alhabsyi diundang oleh Pemkab Mandailing Natal dan Pemkab Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Saat dalam perjalanan, mobil yang digunakan mengantar Ustad Alhabsyi mengalami kecelakaan dan menabrak rumah penduduk. Akibatnya Ustad Alhabsyi dan beberapa orang dalam mobil mengalami cedera. Namun disayangkan beberapa media memberitakan bahwa Ustad Alhabsyi melarikan diri dan tidak bertanggungjawab atas kejadian tersebut.

Terkait pemberitaan tendesius beraroma fitnah tersebut, Management Alhabsy pun mengirimkan pernyataan pers untuk menjelaskan kronologis yang sebenarnya.

Berikut pernyataan lengkap yang diterima Redaksi.

Assalamu’alaikum wr.wb.      

Kami, ALHABSYI MANAGEMENT tulus mengucapkan terima kasih, jazakumullah khairan atas doa dan dukungan dr umat, masyarakat luas Indonesia terkait musibah yang menimpa USTADZ AHMAD ALHABSYI dan rombongan, Kamis 3 Maret 2016.                               
Terkait adanya berita menyesatkan, kabar fitnah dr sumber media sindonews.com, 5 Maret 2016 dg judul “Tabrak rumah warga ustaz Al Hafsyi kabur”, dan diikuti media lain seperti www.hatree.net yg tidak bertanggungjawab, juga broadcast menyesatkan sejumlah orang, maka perlu kami luruskan agar tidak menyesatkan umat dan jadi bola fitnah yang merusak persaudaraan.       

Pertama, kehadiran Ustadz ALHABSYI merupakan undangan dari Bupati Mandailing Natal dalam rangka HUT Kabupaten Mandailing Natal yang dikenal dengan sebutan Madina dan setelah itu beliau meluncur menuju Tapanuli Tengah untuk mengisi tabligh akbar undangan bupatinya. Semua kebutuhan beliau, sebagai tamu dilayani oleh pihak pemerintah dan penyelenggara terkait. Termasuk kendaraan plus sopir yang menghantarkan beliau ke lokasi acara di Mandailing Natal.

Sampai saat pulang dari acara tersebut terjadi musibah pada kendaraan yg ditumpangi beliau dan tim menabrak rumah warga karena menghindar motor yg ugal-ugalan. Karena itu, jelas mobil BK 1240 IT yg dikemudikan Sdr.Panggana Siregar bukan mobil ustadz Al Habsyi.                                  

Kedua, Selepas musibah ustadz Al Habsyi dan tim langsung dievakuasi warga ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Beliau mendapatkan luka di kepala, pelipis dan harus mendapatkan beberapa jahitan. Terlebih asisten beliau mendapat luka cukup parah, tidak sadarkan diri, dan beberpa tulang patah hingga harus di ICU. Beliau atas saran dokter harus istirahat dan diperiksa lebih intensif hingga ketika dibawa ke Jakarta langsung ke rumah sakit.

Selanjutnya pertanggungjawaban terkait rumah yang ditabrak adalah pada panitia pihak pemerintah setempat dan sudah ditangani oleh pihak berwajib. Bahkan karena kecintaan pada umat, tidak mau mengecewakan jamaah yang telah  hadir, malam harinya beliau langsung memaksakan diri untuk mengisi ceramah di Medan. Dengan kursi roda, tongkat dan luka memar dikepala yang terus mengucurkan darah dari kepala serta masih sakit di sejumlah anggota tubuhnya. Yang pada akhirnya membuat bupati dan warga setempat yang menyaksikan penampilan beliau menangis terharu.

Ketiga, setiap kita pasti tidak mengharapkan musibah terjadi. Tapi ketika ia datang, langkah lapang dada dan ridha adalah bagian sikap yg harus kita kedepankan. Demikian pula sikap tabayun, meneliti berita, cek dan recek kabar sepatutnya menjadi bagian dari cara kerja media kita. Patut disayangkan pihak www.sindonews.com tanpa konfirmasi kepada pihak Ustadz Alhabsyi sehingga menulis dengan kesan menari di atas luka orang lain. Bahkan menuliskan nama Ustadz Al Habsyi saja salah. Juga kepada media2 lain yg ikut menebarkan kabar fitnah ini, bahkan kebencian seperti www.hatree.net                                      

Keempat, secara pribadi Ustadz Al Habsyi menyampaikan duka mendalam kepada pemilik rumah, sopir, dua asisten pribadi beliau, pemerintah daerah Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal, bahwa tidak ada yg kuasa menghindar dari musibah. Lebih indah segera menyandarkan kepada Allah, inna lillahi wainna ilaihi raji’un. Semoga dengan musibah ini kita samakin cinta, semakin dekat, semakin taat kepada-Nya.                                         

Kelima, Waspadalah pihak2 yang tendensius dg motif tertentu, mencari2 kesempatan dalam kesempitan. Tapi tenanglah, karena hidup ini bertambah cahaya kebaikannya bila saat kita berjuang untuk menebar kebaikan, ada orang2 atau kelompok yg senang menebar fitnah dan kebencian. Dan, selalu kebaikan dan kebenaran niscaya raih kemenangan. Hasbunallah wani’mal Al Wakil. Terima kasih.                                         
Makkah Al Mukarramah,
6 Maret 2016. Al Habsyi Management & Ustadz Ahmad Al Habsyi

Facebook Comments