AdalahPay

 

SatuNusaNews – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengeluarkan pernyataan yang menyakiti hati umat Islam, khususnya para santri dan kiyai di pesantren. Tanpa data yang jelas, Luhut mengatakan bahwa pesantren sudah menjadi pusat peredaran narkoba. Parahnya, ia menyamakan pesantren sejajar dengan penjara untuk urusan peredaran narkoba.

Berbicara dalam sebuah seminar ekonomi yang diadakan oleh sebuah bank swasta nasional di Jakarta Kamis (04/02), Menkopolhukam melantur malah membahas tentang narkoba dan merendahkan institusi pesantren. Menurutnya saat ini banyak pesantren yang terjangkit narkoba.

“Banyak dari mereka yang tidak tahu bahwa yang mereka konsumsi itu adalah ekstasi,” katanya seperti dikutip Tempo.

Menurut dia, peredaran narkoba di lingkungan pesantren ini dimulai dari iming-iming guru atau pengajar yang memberikan vitamin agar tetap kuat beribadah sepanjang malam. Kemudian, efek dari obat yang dianggap vitamin itu kemudian disebar di kalangan santri dan perlahan mereka terjangkit.

Luhut menilai perlu adanya tes urine untuk mengidentifikasi. Selain itu, perlu adanya penyampaian pemahaman dan pengetahuan soal narkoba kepada santri untuk meminimalisasi dampak peredarannya.

Selain pesantren, Luhut mencatat bahwa penjara menjadi tempat paling berpotensi meningkatnya peredaran narkoba. Luhut menuturkan setidaknya terdapat 75 persen pengguna narkoba belajar dari penjara.

Padahal seharusnya penjara bersih dari hal-hal seperti itu. Untuk itu, Luhut mengatakan perlu adanya pemisahan tahanan antara pengedar dan tahanan lain untuk memutus rantai peredaran narkoba.

Tidak jelas apa landasan Luhut mengemukakan hal tersebut. Opini tanpa data yang ia sampaikan jelas-jelas mendiskreditkan lembaga institusi pendidikan tertua di tanah air ini.

Umat masih belum pulih dari kegeramannya atas pentasbihan pesantren sebagai sarang terorisme, kini pesantren kembali mendapat cap baru sebagai bagian dari jaringan peredaran narkoba yang sejajar dengan penjara.

Setelah sebelumnya santri dilabeli sebagai calon teroris, kini santri di pesantren harus legowo disamakan dengan pelaku kriminal pengguna narkoba di penjara. #

Facebook Comments