AdalahPay

SatuNusaNews – Pengamat ekonomi kawakan Faisal Basri menyatakan bahwa harga BBM yang dijual di Indonesia lebih mahal dari BBM yang dijual di Malaysia. Untuk bensin beroktan 95 (RON 95) yang setara dengan Pertamax Plus, Malaysia menjualnya dengan harga Rp 6.869 sedangkan bensin beroktan 88 (Premium) yang dijual di Indonesia seharga Rp 7.150,-

Dalam blog pribadinya, Faisal Basri menuliskan hitung-hitungannya yang menunjukkan betapa mahalnya BBM yang dijual di negeri ini.

image
Harga jual BBM di Malaysia

Pemerintah menetapkan harga baru untuk bensin premium dan solar mulai 5 Januari 2016. Harga premium turun 2 persen dari Rp 7.400 per liter menjadi Rp 7.250 per liter yang berlaku untuk Jawa dan Madura. Harga di luar Jawa untuk primum lebih murah Rp 100 per liter sebagaimana sekarang. Harga solar diturunkan sebesar 11,2 persen, dari Rp 6.700 per liter menjadi Rp 5.950 per liter.

Bersamaan dengan pemberlakuan harga baru, pemerintah mengutip “dana ketahanan energi” (DKE) sebesar Rp 200 per liter untuk Premium dan Rp 300 untuk Solar. Harga eceran sudah termasuk Pajak Petambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen yang masuk ke pemerintah pusat dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor  (PBBKB) sebesar 5 persen yang merupakan pajak daerah (pemerintah provinsi).

Tanpa DKE, harga Premium adalah Rp 7.250 – Rp 200 = Rp 7.050. Jika unsur pajak dikeluarkan, maka harga premium Rp 6.130. Itulah harga yang di dalamnya sudah tidak lagi ada subsidi.

Sulit melakukan perbandingan harga “duku-dengan-duku” dengan negara tetangga karena hanya Indonesia yang masih menggunakan RON 88 (bensin Premium). Malaysia misalnya, jangankan RON 88, RON 90 (setara Pertalite) dan RON 92 (setara Pertamax) saja sudah tidak dikonsumsi. Kualitas terendah yang mereka pakai ialah RON 95 (setara Pertamax Plus).

Pemerintah Malaysia telah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku mulai 1 Januari 2016. Semua jenis BBM turun dibandingkan dengan Desember 2015. Harga solar (deisel dengan kadar sulfur 0,25%) turun 15,8 persen. [Perlu dicatat, kadar sulfur dalam solar di Indonesia 0,35%.] Harga RON 95 turun sebesar 5,1 persen. Jadi, penurunannya lebih banyak ketimbang Indonesia.

Pemerintah Malaysia tidak mengenakan pajak atas RON 95. Jika ditambah pajak sebagaimana berlaku di Indonesia, harga RON 95 plus pajak di Malaysia adalah Rp 5.973 X 1.15 = Rp 6869 per liter. Ditambah DKE Rp 200, maka harga eceran di Malaysia Rp 7.069. Berarti Rp 181 lebih murah ketimbang harga premium di Indonesia. Padahal beda oktannya tak kepalang, sebesar 7.

Dengan harga premium yang baru nanti, kalau dibandingkan dengan Malaysia, konsumen seharusnya memperoleh bensin yang jauh lebih berkualitas, yaitu Pertamax Plus.

Alih-alih menurunkan harga lebih jauh, malahan pemerintah mengenakan DPE yang belum jelas duduk perkaranya. #

Facebook Comments