Ahok, TIM
Seniman Jakarta melakukan unjuk rasa dengan 'Ngaben Kebudayaan" memprotes Ahok. [Photo: Tempo]
AdalahPay

SatuNusaNews – Kisruh Taman Ismail Marzuki (TIM) terkait rencana Gubernur DKI Jakarta Ahok yang akan mengalihkan pengelolaan dari Badan Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (BP-PKJ) ke tangan Unit Pengelola Teknis (UPT) menimbulkan kegeraman para seniman. Sastrawan Radhar Panca Dahana, perwakilan Masyarakat Seniman Jakarta (MSJ) pun menyindir Ahok yang dianggap hanya mengerti saampah tapi tidak mengerti tentang kebudayaan.

Sebelumnya Ahok mengatakan bahwa seniman menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk setiap menggelar pementasan. Hal ini ditentang keras oleh Radhar.

“Selama ini kami minta duit APBD? Kami nggak minta duit APBD, kami dikasih, dihibahkan. Dan, hibah itu pun nggak boleh tiga kali dalam setahun,” ujar Radhar saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa malam (10/11) seperti dikutip Tempo.

Alasan itulah yang digunakan Ahok mengalihkan pengelolaan Taman Ismail Marzuki (TIM) dari Badan Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (BP-PKJ) ke tangan Unit Pengelola Teknis (UPT). Apalagi, kata Ahok, aturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tidak memungkinkan pihaknya memberi subsidi bagi Taman Ismail Marzuki (TIM) selama tiga tahun berturut-turut sehingga dia berinisiatif membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Kepada media, Ahok mengatakan kisruh di TIM hanya masalah uang. Karena itu, jika seniman merasa punya uang dan sanggup mengelola TIM, Ahok menyarankan seniman mengirim surat kepada dirinya. Lalu, Ahok akan mencabut UPT dan menyerahkan TIM kepada seniman.

“Surat terbuka kami yang kemarin aja nggak ditanggapi, malah bicara di media memakai kata ‘kamu’ (yang merujuk kepada seniman). Lagian, kami bisa berjalan sendiri tanpa pemerintah. Kami mengadakan pementasan pakai uang sendiri,” ungkap Radhar.

Selain itu, Radhar juga memprotes ucapan Ahok yang mengatakan bahwa selama ini seniman lah yang menjadi pengurus BP-PKJ TIM dan mengelola TIM. Selain itu, Ahok juga dengan enteng menyarankan seniman untuk masuk UPT jika ingin “ngebagusin” TIM.

“Seniman disuruh masuk UPT? Maksudnya Seniman disuruh jadi PNS apa? PKJ TIM tidak dikelola oleh seniman tapi diisi kegiatannya, dikembangkan, dan ditingkatkan kualitasnya oleh seniman. Pegawai Negeri, birokrat, dan pemerintah itu tugasnya mendukung aktivitas kesenian,” tegas Radhar.

Menurut Radhar, Ahok Tidak mengerti permasalahan kesenian dan kebudayaan. Karena itu, Radhar berharap Ahok dengan rendah hati mau menemui seniman untuk berdialog.

“Karena keliru, Ahok berarti tidak mengerti kebudayaan. Ahok itu ngertinya sampah, Kali Ciliwung, dan kemacetan. Dulu pun Ahok tidak mengerti itu, tapi dia mau belajar sampai ngelotok. Tapi kenapa sekarang dia tidak mau belajar soal kebudayaan?” tanya Radhar kepada Ahok. #

Facebook Comments