korban helikopter Fransiskus Subihardayan
Korban selamat helikopter jatuh di Danau Toba Fransiskus Subihardayan
AdalahPay

SatuNusaNews – Salah satu penumpang helikopter yang jatuh di perairan Danau Toba ditemukan selamat pada Selasa, sekitar pukul 13.00 WIB. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf yang dihubungi dari Medan, Selasa (13/10) mengatakan, korban selamat itu diketahui bernama Fransiskus Subihardayan.

Korban yang merupakan karyawan PT Penerbangan Angkasa Semesta ditemukan warga di sela-sela enceng gondok di pinggiran Danau Toba, tepatnya di Desa Onan Runggu, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir.

Setelah mendapatkan informasi dari warga, tim gabungan langsung memberikan pertolongan untuk menyelamatkan korban. “Saat ini, korban dirawat di Puskesmas Onan Runggu,” katanya seperti dikutip Antara.

Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap empat penumpang lain, termasuk pilot helikopter dengan tipe EC-130 tersebut. Keempat korban yang masih dicari itu adalah Teguh Mulyatno, Hari Poewantono, Nurharyanto, dan Sugiyanto.

Sebelumnya, helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta yang terbang dari Samosir, pada Minggu pukul 11.33 WIB menuju Bandara Kualanamu hilang kontak. Helikopter tersebut terbang dari Siparmahan atau pantai barat Danau Toba melintasi Pematangsiantar menuju Bandara Kualanamu.

Namun pesawat dengan tipe EC-130 PK-BKA yang diisi engineer Heri Purwantono dan tiga penumpang Nurhayanti, Gianto, dan Frans tersebut hilang kontak sebelum tiba di Bandara Kualanamu.

Mengutip Tribunnews, Deputi Operasi Basarnas, Mayjen TNI Heronimus Guru membenarkan ditemukannya satu penumpang Helikopter PK BKA yang hilang pada Minggu siang lalu (11/10) di Samosir, Sumatera Utara.

 

Bahkan, berdasarkan ‎informasi yang diterimanya, seluruh awak yang berada dalam Eurocopter 130 B4 tersebut berhasil loncat sebelum jatuh, dan kemudian berkumpul di perairan yang banyak ditumbuhi tanaman Eceng Gondok, di Onan Runggu,Samosir. Hanya saja mereka yang tadinya berkumpul kemudian terpisah.

“Menurut info semua bisa loncat dan berkumpul di daerah eceng gondok namun akhirnya terpisah,” ujarnya.

Sebelumnya Tim SAR Lantamal-1 TNI AL menemukan seorang laki-laki yang berenang dan hampir tenggelam di pantai Desa Onan Runggu Samosir, Selasa (13/10) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Diduga lelaki tersebut merupakan salah satu korban Helikopter EC 130 yang hilang kontak sejak Minggu (11/10) siang lalu.

Dalam pencarian tersebut Tim SAR mengerahkan Rigit Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir perairan Samosir. Pencarian tersebut melibatkan 400 orang yang berasal dari Basarnas, TNI, Polri, dan Masyarakat sipil. #

Facebook Comments