pks partai keadilan sejahtera
AdalahPay

SatuNusaNews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa optimis menjadi partai papan atas pada pemilu 2019 nanti dengan perolehan suara nasional di atas 10%. Bukan hanya menargetkan sebagai partai besar, PKS juga bersiap mengusung calonnya sendiri pada pemilihan presiden mendatang.

“Menjadi partai papan atas secara nasional, tentu saja targetnya sudah dicanangkan di atas sepuluh persen dalam pemilu legislatif pada tahun 2019 nanti,” ungkap Ketua Komisi dan Organisasi Kewilayahan DPP PKS, Siswono di Ambon, Senin (11/10).

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, PKS terus melakukan pembenahan internal dan membentuk organisasi kepengurusananya sampai pada tingkat kelurahan. Menurut Siswono, dengan konsolidasi lebih awal masih ada waktu yang leluasa untuk konsolidasi dan rekrutmen para kader serta basis massa. Ia yakin dengan begitu ada semangat untuk mencapai target tersebut.

Soliditas di dalam tubuh partai juga semakin terpelihara dan saat ini PKS melakukan kegiatan musyawarah wilayah pada semua tingkat wilayah di tanah air. “Presiden partai di Jawa Barat, saya ke Maluku, salah satu ketua di Manado dan Papua jadi ada serentak muswilnya diselesaikan,” ujarnya.

Tidak ada masalah untuk kepengurusan tingkat wilayah, dan yang ada nanti kemungkinan di tingkat kabupaten/kota atau daerah-daerah yang memang kader PKS masih minim, bahkan mungkin belum ada samasekali. Kepengurusan partai pada tingkat DPD saat ini sudah terbentuk seluruhnya kecuali yang DPC ditargetkan sampai 95 persen dan yang tingkat ranting diharapkan 75 persen sudah terbentuk.

Siswono yang juga mantan Menteri Pertanian ini menjelaskan, kontribusi kader PKS terhadap calon-calon kepala daerah tidak mempengaruhi dana kampanye partai. Karena semuanya ada kepanitiaannya dan nanti dipertanggungjawabkan seperti pada saat munas sebelumnya. PKS memakai gerakan lima puluh ribu (Galibu) per kader dan dalam waktu tidak lebih dari dua pekan sudah terkumpul hampir Rp 2 miliar.

“Itu berarti kekuatan kader sendiri luar biasa, ada yang menyumbang terkecil Rp 50.000 dan ada juga yang lebih dari Rp 1 juta,” tandas Siswono seprti dikutip dari Republika.

Sejauh ini, kata dia, tidak ada masalah dengan dana kampanye partai dan nantinya akan ada audit yang bisa dipertanggungjawabkan. Kunjungan kerja Siswono ke Ambon selaku wakil ketua DPP PKS untuk melantik sembilan anggota dewan pimpinan tertinggi wilayah (DPTW) provinsi periode 2015-2020 pada kegiatan muswil ke-4 PKS.

Dalam kesempatan lain, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid yakin PKS mampu mengajukan calon sendiri dalam pemilihan presiden tahun 2019 mendatang. Mengenai siapa tokoh yang akan diajukan menunggu perkembangan sampai waktunya tepat baru akan diumumkan.

Hidayat mengemukakan gagasan tersebut saat menyampaikan orasi politiknya pada acara pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PKS Papua Barat, Ahad (11/10) di Manokwari, Papua Barat. “Calonnya bisa siapa saja. Kalau Presiden PKS Sohibul Iman dicalonkan dia juga akan siap,” tandas Hidayat, yang juga Wakil Ketua MPR RI seperti dalam keterangan persnya.

Agar bisa mengajukan calon sendiri, lanjut Hidayat, PKS menargetkan menjadi partai papan atas dengan target perolehan suara di atas 10 persen dalam pemilu legislatif 2019 mendatang.

“Kader PKS di seluruh Indonesia akan bekerja keras untuk mencapai target tersebut,” imbuh Hidayat.

Hidayat menjelaskan, kerja-kerja kader PKS akan melingkupi kerja-kerja pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan kepada masyarakat luas. Kader-kader PKS mulai tingkat bawah sampai atas harus terus membersamai masyarakat.

“Dan PKS pun siap bekerjasama dengan berbagai komponen masyarakat tanpa memandang suku, agama, dan budaya sepanjang untuk kepentingan umat dan bangsa,” terang Hidayat.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimis dengan target masuk menjadi partai politik papan atas dalam pemilu legislatif 2019 mendatang bisa terpenuhi. #

Facebook Comments