AdalahPay

SatuNusaNews – Suasana kondusif yang selama ini tercipta di bumi Serambi Mekah coba diganggu. Setelah Aceh Sngkil, kini sebuah gereja jamaat GPIB di Kota Sabang pengalami usaha percobaan pembakaran. Setelah api padam, polisi malah menemukan berbagai kejanggalan.

Kontributor SatuNusaNews melaporkan kronologis terbakarnya gereja yang berada di Kota Atas Kec. Sukakarya, Sabang. Kebakaran terjadi berkisar pukul 23.00 pada hari Jumat (16/10) lalu. Percobaan pembakaran terjadi di ruangan Konsistory gereja GPIB Sabang yang diduga sengaja dibakar oleh OTK.

Berikut adalah kronologis kejadiannya:

1. Sekitar pukul 23.00 wib, Pendeta GPIB sabang Noccon Rumampuk, S.Th keluar dari rumah kediaman pendeta yang berada di belakang gereja dan saat melihat ke arah ruangan Konsistory gereja terlihat berwarna merah seperti kobaran api.

2. Saat pendeta GPIB Sabang membuka ruangan konsistory ternyata api sudah membesar dan membakar ruangan konsistory, dan pendeta langsung menyiram api dengan air sambil menelpon jemaat gereja untuk membantu menyiram api.

3. Pukul 00.15 wib, setelah api padam Pendeta Noccon Rumampuk, S.Th melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sabang.

4. Pkl. 00.20 wib, anggota polres tiba di TKP dan melakukan olah TKP.

GPIB Sabang3

Pada saat olah TKP tersebut, kepolisian menemukan beberapa bukti kejanggalan atas percobaan pembakaran dalam kejadian tsb seperti. Pada kayu jendela yang terbakar tercium bau minyak tanah dan dipertegas dengan ditemukannya sisa minyak tanah pada genangan air. Pembakaran sepertinya dimulai dari taplak meja plastik, pada sisi kanan dan sisi kiri tidak jadi menyala. Selain itu jendela konsistory terbuka yang diduga sebagai akses keluar masuk pelaku pembakaran.

GPIB Sabang2

Namun temuan yang memperkuat dugaan upaya provokasi mencoreng kedamaian di Kota Sabang pada posisi photo perjamuan kudus yang terlihat tidak pada tempatnya. Sepertinya sang pembakar menurunkan terlebih dahulu photo  perjamuan kudus tersebut sebelum melakukan aksi pembakaran.

Akibat kebakaran ini, GPIB Sabang mengalami kerugian diperkirakan sekitar 10 jt dengan rincian 1 buah automatic voltage regulator 10.000 VA, 1 buah mixer sound sistem yang hangus terbakar, sebahagian jendela dan pintu terbakar, kaca nako 1 buah pecah, pot bunga terbuat dari bahan keramik dua buah, mimbar kecil dan kotak persembahan, dan tempat lilin yang digunakan untuk acara natalan.

Berbagai pihak menduga bahwa aksi pembakaran terjadi sebagai imbas dari kejadian pada tanggal 13 Okt 2015 di Aceh Singkil, karena selama ini pendeta GPIB ataupun jemaat tidak ada masalah dengan masyarakat sekitar Gereja ataupun masyarakat Kota Sabang. #

Facebook Comments