AdalahPay

 

SatuNusaNews – Mantan musisi band cadas yang kini menapaki jalan dakwah, Deri Guswan Pramona atau Derry Sulaiman mendukung penuh gelaran Parade Tauhid Indonesia (PTI) yang akan diadakan pada Ahad, 16 Agustus 2015, di Jakarta.

Ustadz Derry, begitu ia disapa, mengungkapkan alasannya mendukung acara ini karena Parade Tauhid memiliki nilai sisi positif, yakni menjadi pemersatu umat Islam Indonesia dari latarbelakang manapun.

“Kaum non muslim akan melihat bahwa umat Islam dapat bersatu di dalam payung tauhid,” ucapnya, sebagaimana rilis yang diterima SatuNusaNews Selasa (12/08).

Parade Tauhid Indonesia akan diikuti oleh lebih dari seratus ribu umat Islam.  Massa merupakan utusan berbagai ormas Islam Indonesia dan jamaah majelis taklim binaan tokoh-tokoh Islam terkemuka. Mengingat akan banyaknya peserta yang hadir, Derry menghimbau, agar Parade Tauhid harus benar-benar berjalan damai dan teduh. Derry juga meminta panitia untuk mengantisipasi adanya provokator dan konspirasi demi menjaga nama-nama ulama yang mulia di hadapan masyarakat.

“Karena ini acara besar, hati-hati ada provokator. Selain itu, mari kita sama-sama jaga nama ulama yang mendukung acara tersbeut,” imbuhnya.

Derry meminta kepada panitia PTI agar tetap teguh terhadap niat pada acara ini, semata-mata untuk Islam, bukan yang lain.  “Ya harus mempunyai niat kuat dan lurus karena Allah. Bila tidak, maka acara ini akan sia-sia,” ia mengingatkan.

Mantan personil band cadas ini menegaskan, agar Parade Tauhid ini dapat membuahkan manfaat bagi umat Islam dan seluruhnya di kemudian harinya. Misalkan saja, di dalam orasi atau penyampaian sesuatu kepada umat yang hadir membicarakan kejayaan-kejayaan Islam.

“Dalam acara nanti, sampaikanlah yang bermanfaat. Sampaikan keberhasilan Islam. Umat yang memeluk Islam karena damainya. Doakan orang-orang zalim. Dan, bicara ini lebih baik daripada berbicara tentang kesalahan atau pelanggaran,” ia mengingatkan.

Sementara itu, Panitia Parade Tauhid Indonesia akan membentangkan bendera tauhid sepanjang tiga kilometer tanpa putus dan sembilan pasukan berkuda. Keduanya masing masing didatangkan dari Solo dan Daarut Tauhid, Bandung.

“Bendera tiga kilometer yang dipakai di Solo itu kita pinjam di Jakarta. Insyaallah nanti kita bawa, kita bentangkan bendera itu. Juga nanti kita datangkan juga sembilan ekor kuda dari Daarut Tauhid Bandung pimpinan Aa Gym,” Ketua Panitia Edy Mulyadi. (rilis)

Facebook Comments