AdalahPay

SatuNusaNews – Perulangan sejarah berdirinya Perserikatan Muhammadiyah terulang di Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar malam ini Kamis (06/08). PP Muhammadiyah kini dipimpin oleh Haedar Nashir sementara itu PP Aisyiyah dipimpin oleh Siti Noordjannah Djohantini yang merupakan pasangan suami-istri.

Sejarah mencatat pasangan Kiai Ahmad Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah dan istrinya, Nyai Walidah sebagai pendiri Aisyiyah telah memberikan kontribusi besar bagi rakyat Indonesia. Kontribusi ini diharapkan terulang dari pasangan Haedar Nashir dan Siti Noordjannah Djohantini.

Keduanya, secara resmi memimpin Muhammadiyah dan Aisyiyah. Sebelumnya, Haedar Nashir terpilih menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020. Tak lama, Siti Noordjannah kembali terpilih menjadi ketua umum Aisyiyah periode 2015-2020.

Haedar Nashir lahir di Bandung 25 Februari 1958. Besar di Bandung dan Tasikmalya, Haedar menyebrang ke Yogyakarta untuk berkuliah di STPMD Yogyakarta. Setelah menamatkan gelar S1, Haedar kembali mengambil kuliah untuk menyelesaikan gelar S2 dam S3 di Fisipol UGM pada bidang Sosiologi.

Haedar Nashir menjadi anggota Muhammadiyah sejak tahun 1883 pernah menjadi Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode 1983-1986. Suami dari Ketua PP Aisyiyah  Siti Noordjannah ini juga sempat menduduki Ketua Dep. Kader PP Muhammadiyah periode 1985-1990.

Sementara itu Siti Noordjannah lahir di Yogyakarta 15 Agustus 1958. Dia aktif sebagai Pimpinan Pusat Aisyiyah periode 2010-2015, dan Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan PP Aisyiyah.

Terpilihnya kedua tokoh ini mengingatkan masyarakat akan kepemimpinan Kyai Ahmad Dahlan sebagi pendiri Muhammadiyah, serta Nyai Walidah sebagai pendiri Aisyiyah. Keduanya mampu memberikan kehidupan lebih maju bagi rakyat Indonesia, sebelum negara ini merdeka. #

Facebook Comments