AdalahPay

SatuNusaNews РSekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto ternyata menjadi salah seorang yang turut merasakan dampak dari kebakaran yang melanda executive lounge di Terminal 2E Bandara Internasional Soekarna-Hatta (Soetta).

Hasto mengatakan kebakaran tersebut menunjukkan kegagalan safety system. Tak hanya itu, Hasto pun menilai penanganan yang diberikan oleh otoritas Bandara Soekarno Hatta tidak praktis dan mengecewakan. Beliau terjebak kurang lebih tidah jam di dalam antrean tanpa adanya kepastian dari pihak keberangkatan mengenai jam penerbangan.

Ia pun menceritakan betapa semrawutnya situasi dan kondisi di Terminal 2 Bandara Soetta saat itu. Hasto mengatakan saat itu hanya ada dua karyawan otoritas bandara berdiri kebingungan.

“Hanya ada suara keluar dari satu toa yang dipakai untuk menyampaikan pengumuman, dan suara toa pun tenggelam dalam hiruk pikuk suara penumpang,” ucap Hasto seperti dikutip dari CNN.

Minimnya informasi, ujar Hasto, menyebabkan para porter yang ada di Terminal 2 Bandara Soetta menjadi juru bicara Angkasa Pura dan Garuda Indonesia.

“Mereka yang berprofesi sebagai porter menjadi sasaran banyak pertanyaan penumpang,” ucapnya.

Hasto sangat menyayangkan kejadian ini  karena hanya kebakaran yang terjadi di salah satu lounge namun berdampak kemacetan dan gagalnya sistim operasional dan juga cara penanganan pihak penerbangan maupun bandara yang sangat lambat yang berdampak bagi orang banyak. #

Facebook Comments