AdalahPay

SatuNusaNews – Harga bahan baku impor, seperti kedelai yang terus naik, merupakan akibat lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Berdasarkan data Bank Indonesia pada Rabu (08/07), US$1 dihargai Rp13.279.

Keadaan seperti ini tentu saja berimbas kepada masyarakat khususnya mengenah ke bawah. Seperti penelusuran BBC kepada pemilik pabrik tempe dan tahu, Sutarno, menghadapi masalah sangat serius yakni penurunan omzet yang lumayan tajam.

Menurut Sutarno, sebelum bulan puasa harga bahan dasar tahu yakni kedelai kurang dari Rp700.000 untuk satu kuintal. Namun, sekarang satu kuintal kedelai dihargai Rp710.000.

“Ya kita harus ngecilin ukuran tahunya. Kita kan gak bisa naikin harga, kayak naikin harga kedelai,” jelas Sutarno.

Karena menurut Sutarno daya beli masyarakat sekarang sedang menurun, apabila harganya dinaikan, ia khawatir produk tempe & tahu pabriknya tidak akan laku di pasaran.

Ekonom INDEF, Sugiyono mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terjadi karena faktor ekonomi global dan juga situasi dalam negeri saat ini yang tidak bisa berperan secara kuat. Peran Pemerintah masih terlalu lemah bahkan hampir tidak memiliki kebijakan ekonomi yang signifikan.

“Itu desain kebijakan ekonominya, kita maunya apa. Itu harus ditentukan,” kata Sugiyono.#

Facebook Comments