AdalahPay

SatuNusaNews – Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) telah mengumumkan 194 nama capim yang lolos seleksi tahap administrasi. Harapan besar kini tertumpu terhadap pansel agar menghasilkan ‘manusia setengah dewa’ untuk menduduki jabatan pimpinan lembaga antirasuah tersebut.

Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung, Agustinus Pohan mengatakan dari sekian banyak pendaftar yang lolos, membuktikan bahwa seleksi ini seperti ajang pencari kerja.”Untuk itu pansel harus bisa memilih orang-orang yang memiliki integritas dan kompetensi mempertahankan serta meningkatkan kinerja KPK dengan visi misi pemberantasan korupsi yang optimal. Harapannya ya agar tidak terus dilucuti seperti wacana revisi UU KPK saat ini,” kata Agustinus di Jakarta, Minggu (5/7/2015).

Ia juga mengingatkan agar Pansel tidak perlu mempertimbangkan rekomendasi yang diberikan institusi manapun dalam mengajukan nama calon pimpinan KPK. “Ketika capim yang ada tidak memiliki kompetensi maupun apa yang dibutuhkan KPK saat ini, sudah saatnya pansel ataupun Presiden RI untuk menunjuk langsung individu yang dianggap memiliki kualitas dan kompetensi tersebut,” tegasnya.

“Oleh sebab itu, rekomendasi yang disodorkan, baik itu dari kepolisian maupun kejaksaan seharusnya bukan menjadi bahan pertimbangan Pansel KPK.”

Hal demikian dikarenakan, KPK bukanlah perwakilan suatu lembaga manapun, baik itu itu kepolisian maupun kejaksaan. “Apalagi rekomendasi baik dari kejaksaan maupun Polri dari track recordnya masih sumir. Jadi pertimbangan syarat utama seperti integritas, kemampuan manajerial, kemampuan di bidang hukum (penyidikan, penuntutan) hingga keberanian wajib dimiliki calon pimpinan KPK,” cetusnya.

Dirinya berharap, jika Presiden masih memiliki keinginan pemberantasan korupsi, setidaknya bisa menunjuk langsung individu dari instansi penegak hukum untuk merelakan pejabatnya untuk mengikuti seleksi capim KPK. “Hal itu perlu dilakukan agar KPK dipimpin orang-orang yang memiliki integritas, independensi dan kompetensi yang mumpuni dalam upaya pemberantasan korupsi,” tandasnya.

Mantan Komisioner Komisi Kejaksaan Kamilov Sagala turut mengomentari rekomendasi yang dilakukan Kejaksaan. “Sebenarnya komposisi orang-orang yang direkomendasikan Jaksa Agung dalam seleksinya tidak transparan. Bahkan ada beberapa oknum yang tidak melalui tahapan clearance. Lumayan mempermalukan kejaksaan pastinya,” kata Kamilov di Jakarta.

Padahal, kata dia, masih banyak jaksa yang berkualitas yang mampu mensinergikan kualitasnya di KPK. “Contoh Feri Wibisono,dia kan semenjak di KPK memiliki kredibilitas bagus yang layak dimiliki calon pemimpin Kejaksaan Agung. Lalu ada Chuck Suryosumpeno yang berhasil mempertahankan dan menyelesaikan aset aset terlantar dan yang belum tersita oleh negara dan kapabilitasnya diakui dunia internasional. Keduanya bisa di challenge di seleksi capim KPK,” tegas Kamilov.‎

Dirinya menduga, tidak dimasukkannya dua nama tersebut dikhawatirkan menjadi momok bagi kejaksaan. “Mungkin ada ketakutan tersendiri bagi kejaksaan. Takut kayak Novel Baswedan. Semua borok oknum kejaksaan bakal terbongkar. Ketakutan itu sudah muncul sejak adanya kriminalisasi yang dialami Chuck yang notabene jaksa berprestasi, yang bersangkutan di “promo singkirkan” ke Maluku, tapi diluar dugaan Chuck malah bikin prestasi besar disana, saya yakin kriminalisasi atas dirinya takkan berhenti dan akan terus dicari kesalahan nya” cetusnya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung hingga saat ini mengaudit kinerja Pusat Pemulihan Aset yang berhasil mengembalikan kerugian negara triliunan rupiah selama ini. Menurut pakar audit Hermawan Kertajaya, audit kinerja sejatinya hanya dapat dilakukan dengan standar operasional audit yang disesuaikan peraturan ataupun perundang-undangan yang berlaku. “Jika tidak sesuai itu semua, ya audit kinerja tidak perlu dilakukan. Apalagi jika unit tersebut telah terbukti memberikan prestasi yang nyata. Intinya audit kinerja jangan ada konflik kepentingan didalamnya,” singkat pakar dari Mark Plus tersebut‎. # (Yudi)

Facebook Comments