AdalahPay

SatuNusaNews РHak Asasi Manusia tidak bisa menjadi seperti tidak ada batasannya terlebih yang menyangkut dan dibatasi oleh norma-norma agama, demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Di Indonesia khususnya posisi pernikahan sesama jenis tidak diakui karena dibatasi oleh norma-norma tersebut.

“Jadi pembatasan hak dan kebebasan seseorang menurut pasal 28 j ayat 2 pada UUD 1945 tentang HAM itu, bisa dibatasi dengan pertimbangan salah satu dari yang empat, yaitu pertimbangan moral, keamananan, ketertiban umum dan agama,” kata Lukman.

Jadi, kata Lukman, nilai-nilai agama bisa menjadi pertimbangan untuk membatasi HAM seseorang.

Sementara, lanjut dia, dalam UU 1 Tahun 1974 tentang Perwakinan menyatakan bahwa sahnya perkawinan itu dilakukan antara laki-laki dan perempuan menurut agamanya yang dianutnya.

“Tentunya, kita sama-sama harus membangun kesamaan cara pandang kita, pemahaman kita, paradigma kita. Apa hakikat dari perkawinan, inti dari pernikahan, tujuan dari pernikahan dan lain sebagainya,” katanya seperti dikutip dari Antara.#

Facebook Comments