AdalahPay

SatuNusaNews – Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH. Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan, krisis akhlaq dapat menghilangkan eksistensi sebuah ummat dan bangsa. “Kehilangan akhlaq mulia atau merajalelanya akhlaq buruk bukan hanya dapat menghancurkan dan menghilangkan persaudaraan, tetapi dapat menghilangkan eksistensi ummat dan bangsa kita”, terang Kyai Zaitun dalam Khutbah Iednya di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jum’at (17/07).

Diantara akhlaq buruk yang kian mengkhawatirkan akhir-akhir ┬áini adalah narkoba, penyimpangan seksual, pornografi dan prostitusi, serta hilangnya penghormatan kepada orang tua, guru, atau orang yang berjasa terhadap ummat dan dakwah Islam. “Fenomena akhlaq buruk lainnya adalah hilangnya orang tua atau orang lebih tua, guru, atau orang yang telah berjasa besar terhadap ummat dan dakwah Islam. Misalnya munculnya sekelompok orang yang tega mencaci maki para sahabat Nabi”, papar Ustad yang juga Wakil Ketua MIMUI ini.

Menurut Kyai Zaitun, solusi atas masalah-masalah tersebut adalah kembali kepada petunjuk Allah. Yakni kembali kepada Al Qur’an dengan makna yang sebenarnya. “Sebab Al Qur’an adalah solusi abadi dan telah terbukti sepanjang masa, yang telah merubah masyarakat jahiliyah yang sangat buruk menjadi masyarakat mulia, bahkan khaera ummah”, terangnya. “Tentu tidak cukup kalau sekadar slogan untuk kembali kepada Al Qur’an. Tetapi harus dibarengi dengan langkah yang semestinya seperti yang ditunjukan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yakni melakukan pembinan Qur’ani dengan mempelajari cara membacanya, makna-maknanya, dan mengamalkannya”, tegasnya di hadapan 20000 an jama’ah Shalat Idul Fitri. # (Syamsuddin Al Munawiy).

Facebook Comments