AdalahPay

SatuNusaNews – Saksi Kunci kasus korupsi yang menjerat mantan bendahara umum Partai Demokrat Nazaruddin (NZ) Yulianis blak blakan bercerita mengenai perkembangan kasus yang menimpanya.

Berawal dari curahan hati di Twitter, keluhan yulianis di respon positif oleh Senator Gede Pasek Suardika dengan memediasi informasi yang dimiliki Yulianis untuk diteruskan ke mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Yulianis berkisah tentang pertemuannya dengan teman lama yang dulunya berada di pihak NZ. “Beliau bercerita, NZ punya tambang emas di Jawa Timur,” tulis Yulianis. Yulianis sangat takjub dengan kekuatan NZ diluar penjara, “Gimana enggak kuat, NZ dan istrinya ternyata pernah istirahat di rumah Pejaten, padahal keduanya sedang di penjara di tempat yang berbeda,” katanya lagi.

Dalam cuitan Yulianis, dia mengungkapkan bahwa uang proyek yang 90 persen mengalir ke NZ bukan ke AU seperti dinyatakan hakim dalam persidangan. NZ juga dapat mengadakan rapat perusahaan dirumahnya, padahal NZ seharusnya berada di penjara.

Tentang harta NZ yang disita oleh KPK tapi tanda sitanya dibuang atas perintah NZ. “Ha-ha-ha…, tanda itu di copot oleh mereka. Saya sendiri udah lapor sama penyidik, ‘Pak, tanda sitanya dibuang sama anak buah NZ dan kegiatan kantor berjalan seperti biasanya tuh, Pak.’ Sakti banget Nz. Jadi, apa fungsi KPK kalau begini jadinya? Kan kasihan penyidik yang cape-cape periksa kasus TPPU NZ? Saya dan penyidik sampai begadang, lo,” katanya,

Kemudian, Yulianis juga menyinggung Jaksa Yudhi adalah anggota dari jaksa yang akan menyidangkan TPPU NZ. “Wah, apa enggak konflik, Pak Yudhi? Di sidang Pak AU, Pak Yudhi ketua jaksanya, kalau enggak salah dulu agak memuja NZ deh. Kayaknya konflik deh, Pak Yudhi. Oh, iya, Pak Yudhi lolos enggak tahap 2 capim komisioner KPK? Saking malas baca berita mengenai KPK jadi ketinggalan nih,” tulis Yulianis dalam Twitter-nya.

Yulianis berhasil membuka matanya melihat kenyataan yang terjadi pada kasusnya dan rapuhnya KPK setelah bertemu dengan teman lamanya.

“Kami para korban bertambah bingung. Kepada siapa kami bisa mengadu?” kata Yulianis.

Dengan bantuan Gede Pasek, akhirnya Yulianis dipertemukan oleh Mahfud MD yang mengajak Yulianis bertemu di Kantornya pada Rabu ini (29/07).

“Kalau Yulianis memang asli, saya akan mengadvokasi ke aparat penegak hukum. Saya pro-Yulianis,” kata Mahfud.

Gayung pun bersambut, akhirnya Yulianis menyatakan kesiapannya bertemu dengan Mahfud MD. Pertemuan itu kemudian terjadilah pada Rabu petang, antara pukul 14.40 WIB sampai sekitar pukul 17.00 WIB di MMD Institute di kawasan Matraman, Jakarta. Yulianis datang ke rumah besar yang dijadikan kantor itu dengan mengenakan busana dan cadar hitam, ditemani seorang perempuan dan empat laki-laki dengan menggunakan dua mobil yang sama-sama berwarna abu-abu.

Mereka datang hampir bersamaan dengan kedatangan mantan Ketua Komisi III DPR dari Partai Demokrat yang kini menjadi senator, Gede Pasek Suardika, yang mengendarai SUV putih. Mereka kemudian masuk ke ruang Mahfud, dengan sejumlah pria lain teman Mahfud.

“Di dalam, untuk membuktikan saya adalah benar-benar Yulianis, Pak Mahfud meminta saya menunjukkan KTP. Setelah itu barulah ia yakin kalau saya benar-benar Yulianis,” tutur Yulianis setelah pertemuan tersebut.

Lalu, apa yang dibicarakan di dalam? “Saya mengungkapkan banyak hal. Juga teman saya yang pernah juga menjadi saksi. Kami memaparkan bagaimana NZ enak-enakan melenggang menikmati kekayaannya walau katanya dipenjara, sementara banyak bekas pegawainya dipenjara dan dijadikan tersangka karena dijadikan tumbal oleh NZ,” tutur Yulianis.

Bagaimana detail cerita Yulianis dan temannya itu kepada Mahfud dan juga Gede Pasek? Dan bagaimana caranya Nz memfitnah AU? Ikuti ceritanya pada bagaian selanjutnya. # (Pribuminews)

 

Facebook Comments