AdalahPay

SatuNusaNews – Wacana permohonan maaf oleh Presiden Jokowi mewakili Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada Partai Komunis Indonesia menimbulkan penolakan yang keras dari seluruh elemen masyarakat. Ternyata tak hanya umat Islam, Paus Fransiskus pemimpin umat Katolik sedunia pun menunjukkan penentangannya terhadap paham atheis komunisme.

Ekspresi ketidaksenangan jelas ditunjukkan Paus Fransiskus saat menerima pemberian salib dengan kombinasi simbol komunis palu dan arit di Bolivia memicu perdebatan diantara kalangan Katolik. Salib tersebut merupakan pemberian Presiden Bolivia Evo Morales yang berasal dari partai sayap kiri.

Paus Fransiskus melakukan kunjungan ke negara-negara Amerika Latin yang akan berahir Senin (13/07) besok.

image
Ekspresi Paus Fransiskus menunjukkan ketidaksenangannya atas salib bersimbol palu arit

Salah seorang uskup Katolik menyatakan Morales telah “memanipulasi Tuhan”. Ekspresi ketidaksenangan muncul atas reaksi Paus Fransiskus terhadap hadiah tersebut.

Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan ekspresi Paus tampak terkejut karena mendengar asal usul hadiah tersebut. “Bagaimanapun saya tidak berpikir untuk menaruh simbol ini di altar Gereja,” tambah dia.

Reaksi keras disampaikan oleh uskup Spanyol Jose Ignacio Munilla, yang berkicau di Twitter: “Arogansi yang besar adalah memanipulasi Tuhan untuk ajaran ideologi atheis.”

“Ini merupakan sebuah provokasi, sebuah gurauan,” kata uskup Bolivia Gonzalo del Castillo, seperti diberitakan kantor berita AFP.

Kemarahan juga disampaikan melalui halaman Facebook Kantor Berita Catholic,” Tidak sederhana itu mengabungkan Komunisme dengan Kristiani!” kata seorang pengguna media sosial.

Pemimpin Katolik yang tidak pernah secara langsung mengalami kekejaman paham atheis komunisme saja tidak bisa menerima simbol komunisme. Entah logika apa yang digunakan Presiden Jokowi yang akan menyampaikan permintaan maaf pada PKI sementara masih belum sembuh perihnya luka yang dialami rakyat atas penghianatan PKI terhadap Pancasila dan NKRI. # (Photo: BBC)

Facebook Comments