AdalahPay

SatuNusaNews – Komite Umat untuk Tolikara (KOMAT Tolikara) menanggapi insiden pasca terjadinya penyerangan oleh massa saat kaum muslimin sedang sholat Iedul Fitri 1436 H di Tolikara, Papua yang menyebabkan  sejumlah bangunan rusak dan terbakarnya Masjid Baitul Muttaqin dan lebih dari 70 kios dan rumah warga.

Konferensi Pers yang digelar KOMAT Tolikara berlokasi di Resto Pulau Dua, Senayan, Komplek Taman Ria Jakarta Pusat Kamis (23/07) ini juga menghadirkan semua Tokoh, Ulama, elemen dan organisasi Islam Nasional yang bertujuan memberikan pernyataan sikap yang tertuang di dalam 7 butir pernyataan dalam acara tersebut.

Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam kesempatan tersebut juga menyinggung hal yang terkait dalam keterlibatan pihak asing dalam insiden tersebut,”beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti oleh Badan Intelejen Negara dan pihak TNI serta Kapolri, bahwa mereka juga sepakat dengan kita NKRI adalah harga mati dan tidak boleh digadaikan dari apa pun juga,” tegasnya.

Salah satu butir pernyataan KOMAT adalah Masalah Tolikara adalah masalah dalam negeri, semua pihak perlu mewaspadai kepentingan asing atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab terhadap kedaulatan NKRI. TNI dan Polri harus menindak unsur-unsur atau atribut yang mengarah pada keterlibatan pihak asing yang tidak bertanggungjawab. # (dns)

Facebook Comments