AdalahPay

SatuNusaNews – Kabar bahwa Presiden Joko Widodo menjanjikan referendum Papua bukanlah hal baru didengar. Apalagi di jejaring media sosial yang kian santer tersebut bahwa Jokowi menjanjikan referendum kepada masyarakat Papua sejak Pilpres lalu.

Sontak hal ini menjadi perhatian bagi Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis yang mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengklarifikasi isu tersebut.
Karena menurut Margarito, sangat serius dan tidak bisa dianggap angin lalu oleh seorang presiden.

“Dia banyak memberikan janji yang tidak dipenuhinya. Tapi isu janji untuk referendum bagi Papua, ini saya kira sudah kelewatan. Ini sangat penting dan bukan sekedar janji kampanye biasa,” ujar Margarito.

Sikap keprihatinan juga datang dari Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon tentang meruyaknya kabar referendum tersebut di media sosial.

Karena itu, seharusnya rumor seperti ini dijawab oleh presiden. Karena beredar juga di media sosial, dikatakan presiden pernah membuat satu proposal atau menjanjikan referendum. Meskipun saya tidak percaya, tapi ada baiknya ada yang menjawab masalah ini,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (23/7/2015).
Menurut keduanya, isu ini kembali muncul dikaitkan dengan terus bergejolaknya Papua. Padahal ujarnya, isu ini sudah lama beredar sejak kampanye Pilpres 2014 lalu dan kembali hangat dibicarakan karena insiden Tolikara.

Dan menurut mereka juga, isu ini sangat berbahaya jika tidak segera diklarifikasi oleh Jokowi.

Sebaliknya jika benar Jokowi terbukti membuat janji seperti itu, maka Jokowi sama saja menggali kuburnya sendiri karena bertentangan dengan UUD 45 dan sebagai presiden Jokowi harusnya memahami bahwa NKRI harga mati.# (jpnn)

Facebook Comments