AdalahPay

SatuNusaNews – Sepertinya Pemerintahan Presiden Jokowi terus-menerus mengundang cibiran rakyatnya. Kali ini sang Menteri Pertanian Amran Sulaiman berbicara konsep hebat tanpa dukungan data dan perencanaan yang benar. Bermodal luas wilayah yang hanya 4,4 juta hektar, Pemerintah Jokowi menyulap Kabupaten Merauke menjadi lahan pertanian seluas 4,6 juta hektar.

Dalam acara halal bi halal di kantornya, Menterian Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Pemerintahan Presiden Jokowi telah menyiapkan lahan seluas 4,6 juta hektar di Merauke, Provinsi Papua. Salah satunya untuk dikembangkan sebagai sentra lumbung padi. Saat ini 1,2 juta hektar sudah ditanami padi dan tidak lama lagi, Merauke akan mengekspor beras organik ke Mesir Hingga Arab Saudi.

“Beras organik produksi dari Merauke sudah tanam, kita tunggu hasilnya 4 bulan lagi (panen),” ujar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, ditemui usai acara Halal bi Halal, di Kantornya, Harsono RM, Jakarta Selatan, Kamis (23/07) sebagaimana dikutip dari Detik.

Target boombastis ini bukan saja tidak realistis bahkan luar biasa mengada-adanya. Menurut data Kemendagri, luas Kabupaten Merauke hanya 44.071,00 Km2. Sebagaimana diketahui, 1 Kmsama dengan 100 hektar, sehingga luas 44.071 Kmitu sama dengan 4,4 juta hektar.

Artinya target pembangunan lahan pertanian di Kabupaten Merauke menghabiskan seluruh lahan yang ada di kabupaten tersebut tanpa menyisakan sedikitpun untuk pemukiman, prasara umum, perkantoran, perdagangan, pendidikan, dan sebagainya. Sudah pasti target tersebut tidak mungkin dicapai, apalagi ternyata lahan yang tersedia di kabupaten tersebut lebih kecil dari target yang dibuat.

Kenyataan ini membuktikan bahwa pemerintahan Joko Widodo hanya mampu membuat konsep yang terdengar wah tanpa didukung data yang akurat dan tanpa perencanaan yang matang.  #

Facebook Comments