AdalahPay

SatuNusaNews – Rencana pembongkaran Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jatinegara, Jakarta Timur nampaknya bakal gagal dieksekusi. Pasalnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama alias Ahok akan berupaya keras agar Gereja tersebut menjadi Sah berdiri dan dipergunakan bagi warga Jakarta.

Rencananya Gereja Kristen Protestan Indonesia akan dibongkar oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur lantaran tidak mengantongi izin selama berdiri. Tidak hanya gereja, mall, tuko, perkantoran, masjid pun yang tidak memiliki izin akan dibongkar. Bahkan untuk masjid yang memiliki izin pun dibongkar, dengan dalih ingin membangun gedung yang lebih bermanfaat bagi masyarakat umum. Contohnya Masjdi Baitul Arif di bilangan Jatinergara.

Namun tak seperti biasanya, Gubernur DKI Jakarta kini akan membantu mengurusi izin mendirikan bangunan bagi GKPI agar tetap berdiri. Menurut Ahok, gereja ini patut di selamatkan karna sudah berdiri sejak tahun 1972. Dengan berpedoman pada buku di Kanwil Agama bahwa bangunan peribadatan yang dibangun sebelum 2006, pemerintah harus memastikan izinnya.

“Kalau nggak salah ada buku dari Kantor Wilayah (Kanwil) Agama untuk rumah ibadah yang dibangun sebelum 2006 harus dibantu,” kata Ahok di rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7) seperti dikutip Rmol.

Dengan begitu, Ahok berharap gereja tetap beroperasi dan melangsungkan ibadah sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. “‎Prinsip kami, rumah ibadah (GKPI) yang lama kita bantu sambil beresin peruntukan izinnya,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah Kota Jakarta Timur akan membokar Gereja Kristen Protestan Indonesia lantaran tidak mengurus perizinan. Bangunan tersebut sudah disegel oleh Pemkot selama 2 tahun dan Pemkot telah memberikan waktu untuk mengurusi perizinan. Namun sampai saat ini perizinan tidak diurus oleh pengelola gereja lantaran tidak mendapatkan persetujuan dari lingkungan sekitar.#

Facebook Comments