SatuNusaNews – Delegasi Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS), kemarin (31/5) mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Rabitah Ulama Syam (MUI Indonesia-red) di Istanbul, Syekh Osama Abdulkarim AlRifai.

Dalam dialog khusus tersebut, delegasi FIPS diwaliki oleh ustadz Fahmi Salim, Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dalam bahasa arab, menanyakan tentang kondisi Suriah yang sebenarnya saat ini. Karena menurut ustadz Fahmi, publik khususnya di Indonesia hanya mengetahui konflik Suriah yang kemudian berkembang menjadi isu terorisme (ISIS).

Dalam wawancara via telepon pagi ini dengan tim SatuNusaNews,ustad Fahmi menyampaikan bahwa ternyata isu terorisme (ISIS) ini justru dibuat sedemikian rupa untuk menutupi rezim Bashar al-Asaad yang melakukan penindasan terhadap rakyatnya.

” Dialog ini bertujuan agar publik mengetahui kejadian yang sebenarnya tentang konflik yang terjadi di Suriah. Karena publik hanya mendengar informasi isu terorismenya saja (ISIS) bukan penindasan rezim Bashar al-Asaad,” kata ustad Fahmi melalui telepon dengan tim SatuNusaNews.

“Ternyata setelah mendengar paparan dengan MUI Suriah disini, ternyata isu (ISIS) tersebut hanya buatan rezim Suriah untuk menutupi kebiadaban mereka terhadap rakyatnya. Sudah 300 jiwa lebih warga sipil terbunuh dan sekitar 4 juta lainnya mengungsi ke negara terdekat ,” ujarnya.

Menurut ustadz Fahmi, berdasarkan penjelasan Syekh Osamaa Abdulkarim AlRifai, warga Suriah sebenarnya sudah menyuarakan aspirasinya dengan damai, namun aspirasi mereka dibalas dengan pembantaian secara sadis  oleh rezim Bashar.

“Sesungguhnya yang disebut teroris itu ya Bashar al-Asaad ini, karena mereka membunuh warga sipil , ini adalah krisis kemanusiaan dan pelanggaran HAM terbesar abad ini”, ujar ustadz Fahmi.

“Aksi damai atau Revolusi Rakyat yang dilakukan rakyat Suriah dibungkam dengan kekuatan militer, dan rezim ini dibantu sekutunya yaitu Iran,” kata ustadz Fahmi lagi.

Berdasarkan penjelasan dari Syekh Osama, momentum aksi damai itu terjadi sekitar bulan Maret 2011 ,ribuan warga Suriah turun ke jalan untuk menentang rezim Bashar yang secara semena-mena. Dan rezim Bashar ini dibantu oleh Iran, karena Iran mempunyai agenda besar ingin menguasai Suriah dan menjadikan rezim ini sebagai kaki tangannya.

” Revolusi rakyat Suriah melawan rezim ini dilawan dengan pembantaian besar-besaran oleh militer rezim Bashar”, kata ustadz Fahmi

“Mahluk ISIS itu diciptakan oleh rezim Bashar untuk menutupi kebiadabannya membantai rakyat Suriah. Siapa dibalik ISIS adalah berbagai kepentingan yang tentu saja ingin menguasai Suriah dan Timur tengah”, ujar ustad Fahmi lagi.#

 

 

Facebook Comments