AdalahPay

SatuNusaNews – Dipilihnya Sutiyoso sebagai calon Kepala BIN dinilai sebagai langkah mundur dan cermin rendahnya komitmen Presiden Jokowi dalam masalah HAM. Dia dianggap telah mengabaikan cacatan buruk Sutiyoso di bidang HAM.

Direktur Gaspol Indonesia Virgandhi Prayudantoro, mengatakan “Dengan pilihnya Sutiyoso, membuktikan bahwa Presiden Jokowi tidak peka masalah HAM yang selalu dihubungkan dengan mantan gubernur DKI ini ” tandasnya

Calon Kepala BIN harus bebas dari kasus pelanggaran HAM dan memiliki komitmen tinggi dalam penyelesaian kasus HAM di masa lampau. Ini demi menjamin BIN dapat menghormati HAM ketika melaksanakan tugasnya.

Kita mengetahui bahwa pemilihan Sutiyoso sebagai Kepala BIN adalah hak prerogatif Jokowi selaku presiden, tetap saja dugaan keterlibatan dia dalam kasus pelanggaran HAM harus dipertimbangkan. Seperti pada peristiwa yang dikenal dengan Peristiwa 27 Juli itu diduga kuat terdapat pelanggaran HAM yang selalu dikaitkan oleh sutiyoso ” ujar Gandhi.

“Wajar kalau penunjukan Sutiyoso menjadi kepala BIN memancing dan memunculkan polemik pro dan kontra di tengah publik. Saya lihat pemerintahan Jokowi memang senang  untuk berpolemik ” tutupnya. #

Facebook Comments