AdalahPay

SatuNusaNews – Said Didu Mantan Sekertaris Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) angkat bicara soal titipan jabatan Komisaris BUMN dari sejumlah tim sukses presiden. Namun disayangkan,kebanyakan nama yang direkomendasikan dari parpol tim sukses tidak memiliki kompetensi yang cukup.

Dalam diskusi Perspektif Indonesia yang diadakan di bilangan menteng Jakarta Sabtu(27/6), Said menceritakan bahwa sejak masih aktif menjabat sebagai sekertaris Kementrian BUMN dirinya sempat diberikan ribuat CV dari para tim sukses untuk ditawarkan pada posisi komisaris BUMN.

“Pengalaman saya menjadi sekretaris di Kemen BUMN, saya hampir terima CV (Curiculum Vitae) yang diusulkan oleh orang dekat kekuasaan untuk jadi komisaris dan direksi,” ujar Said.

Dari 100 nama yang disodorkan, hanya 40 nama yang berkompeten untuk menjadi komisaris di BUMN. Hal ini membuktikan bahwa sistem filter yang ada di parpol pengusung sendiri tidak berjalan dengan baik, sehingga mendapati nama-nama yang kurang layak untuk diajukan.
“Yang memenuhi kompetensi tidak sampai 10 persen. Seleksi orang di parpol itu sangat rendah. Waktu itu saya katakan ini akan jadi sumber masalah karena intervensi parpol,” ujarnya.

Karena sangat strategisnya jabatan komisaris di BUMN, maka diperlukan orang yang sangat mengetahui tentang bidang BUMN tersebut, sebab jika posisi tersebut diisi oleh sembarang orang, bisa jadi malah menjadikan beban bagi BUMN itu sendiri dan beban bagi negara.

“Maka dari itu saya buat PP 41 yang melarang intervensi parpol ke BUMN. Kalau ini terus berlanjut akan menjadi sumber masalah,” pungkasnya.#

Facebook Comments