AdalahPay

Perkembangan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengadaan 16 Unit Mobil Jenis Electric Microbus Dan Electric Executive Car Pada PT. BRI (Persero), Tbk, PT. Perusahaan Gas Negara (PT.PGN), dan PT. Pertamina (Persero)

SatuNusaNews – Pada tanggal 22 Juni 2015, Kejaksaan Agung mengeluarkan siaran pers melalui KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM, Jaksa Utama Muda, TONY T SPONTANA, S.H., M.Hum, mengenai Perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam Pengadaan 16 Unit Mobil Jenis Electric Microbus dan Electric Executive Car pada PT. BRI (Persero), Tbk, PT. Perusahaan Gas Negara (PT.PGN), dan PT. Pertamina (Persero) dengan dua orang Tersangka yaitu Tersangka AS – Direktur Utama PERUM Perikanan Indonesia, dan Tersangka DA – Direktur PT. Sarimas Ahmadi Pratama, untuk hari Senin, 22 Juni 2015, sebagai berikut :

1. Penyidik telah mengagendakan pemeriksaan 3 orang Saksi, yaitu :

· Prof. Dr. Ir. R. Danardono Agus Sumarsono, DEA – Kepala Laboratorium Proses Produksi Departemen Tehnik Mesin Fakultas Tehnik UI.

· Eka firmansyah, ST., M.Eng., Ph.D – Wakil Ketua Tim Mobil Listrik UGM

· Agus Purwadi, MT – Ketua Tim Teknis Mobil Listrik ITB.

2. Saksi Prof. Dr. Ir. R. Danardono Agus Sumarsono, DEA hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.30 Wib dan pemeriksaan pada pokoknya terkait dengan kronologis penerimaan hibah 1 unit kendaraan Mobil Jenis Electric Executive Car dari PT. Pertamina (Persero) kepada Universitas Indonesia serta untuk mengetahui spesifikasi atas mobil electric yang diterima tersebut.

3. Saksi  Eka firmansyah, ST., M.Eng., Ph.D tidak dapat hadir memenuhi panggilan dengan alasan ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan dan telah memohon untuk dijadwalkan kembali pemeriksaannya sebagai saksi.

4. Saksi Agus Purwadi, MT tidak hadir tanpa keterangan. # (Yudi Permana)

Perkembangan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengadaan Sarana Olahraga Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Kementerian Pemuda dan olahraga RI Tahun Anggaran 2011.

SatuNusaNews – Pada tanggal 22 Juni 2015, Kejaksaan Agung mengeluarkan siaran pers melalui KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM, Jaksa Utama Muda, TONY T SPONTANA, S.H., M.Hum, mengenai perkembangan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam kegiatan Pengadaan Sarana Olahraga Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Tahun Anggaran 2011 berupa Peralatan Sport Science di Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dengan dua orang Tersangka yaitu Tersangka RL – Direktur Utama PT. Artha Putra Arjuna (Mantan Direktur Utama PT. Suramadu Angkasa Indonesia), dan Tersangka B – Mantan Asisten Deputi Pengembangan Prasarana dan Sarana Olahraga Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI., untuk hari Senin 22 Juni 2015, sebagai berikut:

1. Penyidik telah mengagendakan pemeriksaan 4 (empat) orang Saksi, yaitu:

· Adhi Purnomo  – PNS Kemenpora (Sekretaris Kelompok Kerja Pengadaan PBJ Bidang Keolahragaan Tahun 2011)

· Iyan Sudiyana – Kabid Akreditasi dan Sertifikasi, Deputi V Kemenpora (Anggota Kelompok Kerja Pengadaan PBJ Bidang Keolahragaan Tahun 2011)

· Agus Mahendra – Asisten Deputi Penerapan Iptek Olahraga pada Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Tahun 2011

· Djoko Pekik – Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora

2. Keempat Saksi hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.00 Wib, dan pemeriksaan pada pokoknya mengenai :

· Kronologis pelaksanaan pelelangan dalam mencari perusahaan pemenang untuk pengadaan peralatan Sport Science di Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun Anggaran 2011 hingga dimenangkan oleh PT. Putra Utama Mandiri (Saksi Adhi Purnomo, dan Saksi Iyan Sudiyana)

· Kronologis keberadaan Saksi yang ikut membantu dalam perencanaan, penyusunan dan masukan untuk Spesifikasi Barang bagi Sport Science di Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Saksi Agus Mahendra)

· Tugas dan kewenangan Saksi selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPS) dalam kegiatan Pengadaan Sarana Olahraga Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Tahun Anggaran 2011 berupa Peralatan Sport Science di Kementerian Pemuda dan Olahraga RI serta kronologis terhadap proses kegiatan Pengadaan baik perencanaan, pelaksanaan hingga pembayaran (Saksi Djoko Pekik). # (Yudi Permana)

Perkembangan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang KB dan KR, BKKBN TA 2013 dan 2014

SatuNusaNews – Pada tanggal 22 Juni 2015, Kejaksaan Agung mengeluarkan siaran pers melalui KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM, Jaksa Utama Muda, TONY T SPONTANA, S.H., M.Hum, mengenai Perkembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan lima orang Tersangka yaitu Tersangka SW – PNS (Kasubdit Akses dan Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana Wilayah Tertinggal, Terpecil dan Perbatasan (GALCILTAS) BKKBN), Tersangka WAW – PNS (Kasi Standarisasi Pelayanan Keluarga Berencana Jalur Pemerintah), Tersangka S – Kepala Cabang PT. Rajawali Nusindo, Tersangka Sd – Direktur Utama PT. Hakayo Kridanusa, Tersangka SP – Direktur Operasional PT. Pharma Solindo, dan Tersangka HS – Direktur CV. Bulao Kencana Mukti untuk hari Senin, 22 Juni 2015, sebagai berikut :

1. Penyidik telah mengagendakan:

a. Satu orang Tersangka atas nama Sudarto (Sd) – Direktur Utama PT. Hakayo Kridanusa dalam kapasitas sebagai Saksi, dan

b. Lima orang Saksi, yaitu:

· Titik Yudaningsih – Sekretaris Pokja Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN Tahap I, TA. 2013

· Ali Sujoko – Anggota Pokja Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN Tahap I, TA. 2013

·  Nino Aditya Maryono – Direktur PT. Nariyah Amal Makmur

· Mila Yusnia – Sekretaris Pokja Pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN Tahap I, TA. 2013

· Hasyim – Direktur PT. Modernpack

2. Sd hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.00 Wib, dan pemeriksaan pada pokoknya sebagai saksi untuk Tersangka HS yaitu terkait dengan keberadaan perusahaannya yang diduga terlibat dalam pemenuhanIntrauterine Device (IUD) Kit untuk CV. Bulao Kencana Mukti selaku perusahaan pemenang dalam pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit tahap I Tahun 2013 pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk kebutuhan 855 set IUD Kit

3. Saksi Titik Yudaningsih, Saksi Ali Sujoko, dan Saksi Mila Yusnia hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.00 Wib dan pemeriksaan pada pokoknya mengenai kronologis pelaksanaan pelelangan dalam mencari perusahaan pemenang dalam pengadaan Intrauterine Device (IUD) Kit tahap I pada Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk kebutuhan 855 set IUD Kit hingga dimenangkan CV. Bulao Kencana Mukti.

4. Saksi Nino Aditya Maryono (Direktur PT. Nariyah Amal Makmur) dan Saksi Hasyim (Direktur PT. Modernpack) tidak hadir memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan. # (Yudi Permana)

Perkembangan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan Pelayanan Rujukan (Rumah Sakit) Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2010

SatuNusaNews – Pada tanggal 22 Juni 2015, Kejaksaan Agung mengeluarkan siaran pers melalui KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM, Jaksa Utama Muda, TONY T SPONTANA, S.H., M.Hum, mengenai Perkembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan Pelayanan Rujukan (Rumah Sakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2010 dengan dua orang Tersangka yaitu Tersangka Zuherli (Z) – Direktur PT. Sindang Muda Serasan, dan Tersangka Mulindra Tafit (MT) – Direktur Rumah Sakit Umum Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi (Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan selaku Kuasa Pengguna Anggaran Muaro Jambi Tahun 2010), untuk hari Senin 22 Juni 2015, sebagai berikut :

1. Penyidik telah mengagendakan pemeriksaan 5 (lima) orang Saksi, yaitu :

· Dody Irawan – Ketua Panitia Pelelangan Kegiatan Pengadaan Alat Kesehatan Rujukan (Rumah Sakit) di Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi TA 2010.

· Hardiyan – Sekretaris Panitia Pelelangan Kegiatan Pengadaan Alat Kesehatan Rujukan (Rumah Sakit) di Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi TA 2010.

· Alias – Anggota Panitia Pelelangan Kegiatan Pengadaan Alat Kesehatan Rujukan (Rumah Sakit) di Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi TA 2010

· Erlis Priyadi – Anggota Panitia Pelelangan Kegiatan Pengadaan Alat Kesehatan Rujukan (Rumah Sakit) di Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi TA 2010

· Safrinal – Anggota Panitia Pelelangan Kegiatan Pengadaan Alat Kesehatan Rujukan (Rumah Sakit) di Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi TA 2010.

2. Kelima Saksi hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.00 Wib, dan pemeriksaan pada pokoknya mengenai kronologis dari proses pelaksanaan pelelangan Pengadaan Alat Kesehatan Pelayanan Rujukan (Rumah Sakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2010 hingga dimenangkan oleh PT. Sindang Muda Serasan.

3. Penetapan kedua Tersangka dalam Pengadaan Alat Kesehatan Pelayanan Rujukan (Rumah Sakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2010, untuk pekerjaan sebanyak 36 jenis alat kesehatan yang berjumlah 8o unit tersebut diduga telah terjadi mark up harga dalam pelaksanaannya. # (Yudi Permana)

Facebook Comments