AdalahPay

SatuNusaNews – lanjutan bagian 1
Pengumpulan dan Penulisan Naskah Al-Quran

Pembahasan tentang kompilasi Al-Quran merupakan salah satu pokok dalam menjelaskan upaya pelestarian dan pemeliharaan Al-Quran serta mengidentifikasi otoritasnya yang menjadi ajang perbedaan metode antara sarjana-sarjana muslim dan peminat studi-studi ketimuran (orientalis). Dengan dalih kebebasan riset dan orisinalitas metode kritik sejarah, mereka giat melakukan kajian terhadap teks Al-Quran yang sering kali menjermuskan kita kepada pemahaman yang keliru terhadap upaya kompilasi Al-Quran pada masa khulafa’ rasyidin.

Di antara kekeliruan tersebut adalah upaya mereka untuk menginterpretasikan sejarah islam dengan“Tafsiran Ekonomi” yang menafikan setiap peristiwa yang terjadi dalam sejarah islam termasuk di dalamnya proses kompilasi Al-Quran didorong oleh tujuan dan target yang mulia semata-mata lillahi ta’ala. Di samping itu tidak jarang dalam mengkaji sejarah Al-Quran mereka mengambil informasi-informasi sejarah yang lemah sebagai sandaran untuk mendukung prakonsepsi yang ada di kepala mereka.

Beberapa kesalahan fatal prinsip yang mereka pakai adalah menyamakan kedudukan Al-Quran dengan kitab-kitab suci yang terlebih dahulu ada, bahkan karya-karya sastera humanis, sebagai teks kuno yang terimbas perubahan zaman, serta asumsi yang mereka kembangkan bahwa kajian historis atas teks-teks kitab suci mengantarkan kita bisa memilih teks yang asli dengan yang palsu. Hal itu sering diadvokasikan oleh sarjana barat, Arthur Jeffri ketika menyunting dan menerbitkan kitab “Al-Mashahif” susunan Ibnu Abi Dawud al-Sijistani.

Ide kritik historis dan penerapannya dalam mengkaji teks-teks kuno pertama kali diintrodusir oleh seorang pakar dari Jerman bernama Wolf 3 yang tertarik mengkaji kitab “Ellyas” karya Homerus yang mengantarkannya mampu mengungkap fase-fase yang dilalui buku tersebut. Sehingga mendorong beberapa sarjana Eropa untuk menerapkan metode tersebut untuk mengkaji teks-teks Al-Quran.

Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa sejarah umat manusia, sebagaimana yang telah disinggung, tidak mengenal kitab paling otentik selain Al-Quran, sehingga metode kitik sejarah yang diusung para orientalis tidak proposional. Karena bukti-bukti historis menginformasikan dengan akurat perhatian serius yang dilakukan kaum muslim dalam upaya melestarikan dan memelihara Al-Quran sejak diturunkannya.

Terlebih lagi jika kita menilai bahwa kurun waktu selama kurang lebih dua puluh dua tahun yang dipergunakan Nabi SAW untuk menerangkan hukum-hukum setiap ayat Al-Quran dan ayat yang nasikh-mansukh serta prinsip otoritas mutlak (Tawqifi) yang dipegang kamu muslim dalam segala hal yang berkaitan dengan Al-Quran, cukup untuk menolak diterapkannya metode kritik sejarah dalam mengkaji naskah Al-Quran. Sehingga tidaklah berlebihan bagi sarjana muslim, apabila kajian terhadap tiga fase pengumpulan Al-Quran yang terkenal itu tidak dimaksudkan sebagai langkah-langkah pengakurasian teks, melainkan lebih merupakan cerminan perkembangan kehidupan negara Islam. Maksudnya, motivasi penggerak upaya kompilasi Al-Quran dalam tiga periode tersebut sangat berkaitan erat dengan gerak maju ekspansi negara islam keluar kawasan Arab.

Frasa kompilasi Al-Quran yang penulis pakai dalam kaitan pembahasan ini yang beasosiasi tulisan, kumpulan naskah atau manuskrip adalah salah satu pengertian kata jama’ dalam bahasa Arab. Pengertiannya yang lain adalah menghafal, sehingga apabila kita mendengar kalimat jami’ Al-Quran, kita bisa memaknainya dengan penghafal atau penulis Al-Quran. Pembicaraan tentang Jami’ Al-Quran yang berarti hafalan, menuntun kita untuk mengetahui bahwa proses menghafal Al-Quran dengan metode talaqqi dan periwayatan yang bersambung sampai Rasulullah, merupakan basis utama dalam pembuktian sah atau tidaknya bacaan Al-Quran dalam tradisi kaum muslim. Sehingga tulisan hanya berfungsi sebagai pendukung hafalan. Itu sebabnya mengapa tulisan ayat yang terdapat dalam naskah-naskah tua pada masa Nabi SAW berupa kerangka konsonantal.# (Fahmi Salim Zubair, MA)

bersambung : bagian 3

Facebook Comments