AdalahPay

SatuNusaNews – Apakah dengan mendapatkan sanksi FIFA ini, bisa langsung menyelesaikan masalah? Banyak hal yang harus diselesaikan dan dirapikan di persepakbolaan nasional, dengan ada atau tidak adanya sanksi FIFA maupun Pemerintah. Dan itu butuh waktu, serta penataan penyelesaian masalah yang harus matang.

Mengutip pendapat Halim Mahfudz, CEO Halma Strategic dan Pengajar Crisis Management di Pascasarjana Universitas Paramadina dalam sebuah tulisannya mengatakan bahwa Indonesia belum menikmati suasana tenang untuk meningkatkan kualitas. Krisis kembali menghantam organisasi nasional milik bangsa ini. Jika dicermati lebih dalam, yang menjadi alat konflik PSSI ketika itu dengan saat ini mirip, yakni kompetisi.

Bedanya, pada periode 2010-2013 terjadi dualisme kompetisi hingga sempat memunculkan dua federasi dan dua timnas Indonesia. Sedangkan yang terjadi saat ini adalah, lantaran adanya dualisme persepsi terkait kepesertaan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 antara Kemenpora dan PSSI. Dan tampaknya krisis-krisis yang terjadi tersebut sengaja dirancang untuk mengambil alih kontrol organisasi dengan menggulingkan pengurus, bukan krisis karena ketidakmampuan organisasi memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas sepak bola.

Negeri ini butuh sesuatu yang lebih berarti untuk membangun nama baik bangsa, wadah penyaluran ‘bakat anak muda’ yang konstruktif yang dikelola dengan transparan, dan sinergi dengan seluruh komponen bangsa, daripada sekadar keributan pengelolaan sepak bola.

Dan yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah, jangan lagi memberi contoh tidak baik kepada orang lain dan generasi muda dengan memaksakan kepentingan kelompok dan dengan cara rnenutupi kebenaran dan melanggar aturan.

Hanya satu cara untuk keluar dari permasalahan yang krusial (krisis) ini, yaitu menyampaikan yang benar dengan sejujur-jujurnya. Masalah-masalah lain yang ditimpakan bisa dicermati dan ditemukan cara efektif untuk dituntaskan dan dimatikan.

Landasan paling penting dalam mengatasi krisis dan tetap menjaga reputasi PSSI dan Pemerintah dalam hal ini Kemenpora adalah transparansi dan komunikasi yang jernih kepada semua stakeholders (pemangku kepentingan). Banyak stakeholders yang kurang mendapat informasi atau yang punya kepentingan, seperti politikus. Mereka ini membutuhkan pencerahan. (Selesai) #

Facebook Comments