AdalahPay

SatuNusaNews – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau yang lebih dikenal dengan singkatan PSSI dibentuk pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan nama awal Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia oleh Soeratin Sosrosoegondo. Tujuan awal dari didirikannya PSSI berkaitan dengan upaya politik untuk menentang penjajahan Belanda pada saat itu, dengan cara menanamkan benih-benih rasa nasionalisme pada para pemuda pemudi yang bergabung dalam organisasi tersebut.

Sepak bola merupakan cabang olahraga yang sangat digemari di Indonesia, hal ini terlihat jelas dari tingginya animo masyarakat untuk menyasikan setiap ajang kompetisi yang ada, serta terlihat dari lahirnya para pendukung-pedukung fanatik dari setiap klub sepak bola dengan ciri khasnya masing-masing: seperti Persija dengan Jakmania-nya, Persema dengan Arema-nya dan Persebaya dengan para Bonek-nya. Animo masyarakat yang besar ini telah menarik perhatian pihak-pihak diluar cabang olah raga sepak bola untuk mencari keuntungan, baik dalam bidang politik maupun dari segi financial. Tarik menarik keuntungan dari beberapa pihak inilah yang akhirnya menimbulkan krisis berkepanjangan di tubuh PSSI.

Kekisruhan di PSSI mulai hangat pada tahun 2007 ketika PSSI berada di bawah kepemimpinan Nurdin Halid. Hal ini terjadi karena kukuhnya Nurdin Halid dalam mempertahankan posisi ketua umum meskipun ia terlibat kasus penyelundupan dan kasus korupsi. Pada awalnya Nurdin Halid adalah seorang pengusaha dan politikus Partai Golkar dan menjadi ketua umum PSSI untuk periode 2003-2011. Pada tanggal 16 Juli 2004, ia menjadi tersangka dan ditahan dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal dan dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 16 Juni 2005 Nurdin Halid dinyatakan tidak bersalah oleh Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan hingga akhirnya dibebaskan. Namun pada tanggal 13 Agustus 2007, putusan tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Agung dan menjatuhkan vonis penjara selama 2 tahun akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng.

Selama menjalani masa tahanan selama 2 tahun, Nurdin Halid tetap menjabat sebagai ketua umum PSSI. Inilah titik awal dari krisis berkepanjangan di PSSI. Karena berdasarkan standard statute FIFA, seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat sebagai ketua umum sebuah asosiasi sepak bola nasional: “they…,must not been previously found guilty of a criminal offense….” Desakan agar Nurdin Halid segera mundur datang dari berbagai pihak, diantaranya dari Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden dan dari ketua KONI. Bahkan FIFA memberikan ancaman akan memberikan sanksi kepada PSSI jika tidak segera menyelenggarakan pemilihan ketua umum. Namun Nurdin Halid tetap menjalankan kepemimpinannya dari balik jeruji penjara hingga masa tahanannya selesai.

Facebook Comments