AdalahPay

SatuNusaNews – Artis ternama Indonesia Sherina Munaf dengan terang-terangan menyatakan dukungan untuk legalisasi kawin sejenis ini, tak lama setelah tersebarnya berita Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Kamis (25/6) lalu yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

“Banzai! Same sex marriage is now legal across the US. The dream: next, world! Wherever you are, be proud of who you are. #LGBTRights,” cuit akun @sherinasinna yang memiliki 9,57 juta followers ini, Minggu (28/06).

Pejuang Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender (LGBT) dunia merayakan ‘kemenangan’ besar-besaran setelah simbol ‘kemenangan’ mereka berupa bendera pelangi berkibar di negeri Paman Sam. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg pun menyambut gembira ‘kemenangan’ tersebut dangan mengganti foto profil di fanpage miliknya dengan motif warna-warni serupa pelangi (rainbow) yang merupakan simbol dari gerakan LGBT.

Bahkan untuk merayakan kemenangan LGBT di Amerika (dan berharap menular ke seluruh dunia), Facebook telah meluncurkan fitur baru bernama ‘Let’s Celebrate Pride’ (Mari Rayakan Kebanggaan), yang menempatkan filter pelangi di foto profil pengguna facebook.

Para seleb di dunia serta tokoh-tokoh yang mengatasnamakan pejuang HAM dan kesetaraan hal hidup tidak mau ketinggalan untuk merayakan keberhasilan agenda mereka dalam merusak tatanan hidup di dunia. Hingga beberapa artis di Indonesia pun terang-terangan menyatakan dukungan terhadap kaum Luth atau sekarang lebih dikenal dengan istilah LGBT itu.

Maraknya pelegalisasian pernikahan sesama jenis di sejumlah negara merupakan salah satu dampak dari adanya Gay Politic (Politik Gay). Sebagaimana hal ini diakui Direktur the Center for Gender Studies (CGS), Dr. Dinar Dewi Kania.

Gay Politic merupakan sarana untuk mempromosikan Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender (LGBT) agar mereka diterima dan diakui serta diberikan hak-haknya sebagai LGBT di tengah-tengah masyarakat.

“Bukan hak-hak mereka sebagai manusia, tapi hak-hak mereka sebagai LGBT. Mereka ingin diakui dan dibenarkan perilakunya di tengah masyarkat. Konsekuensinya ialah pelegalan pernikahan sejenis, homoseks dan lesbian”, jelas Dinar yang juga menjadi Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Aliansi Cinta Keluarga (AILA).

Alasan lain tentang legalisasi gender adalah karena ini adalah hak asasi manusia (HAM). Atas nama HAM, mereka menuntut agar difasilitasi dan dilegalisasi. Homophobia (fobia terhadap homo atau pelaku sesama jenis), intoleran, pelanggar HAM adalah stigma yang sering disematkan kepada mereka yang tidak menyetujui gerakan LGBT.

“Ketika kita berusaha untuk memperbaiki penyimpangan seksual, justru kemudian kita dituduh pelanggar HAM,” pungkasnya sebagaimana dikutip dari thisisgender.com. #

Facebook Comments