AdalahPay

SatuNusaNews – Aksi tarik Mandat yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) berbuntut ricuh. Satu orang koma dan belasan orang luka-luka.

Salah satunya Anton, Kader IMM yang terkena tembakan peluru karet di perut sebelah kiri. Tembakan peluru karet dan gas air mata digunakan aparat kepolisian untuk membubarkan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara (1/6).

Menurut Ketua umum IMM Beni Pramula, aksi penembakan aparat kepolisian justru terjadi setelah Mahasiswa IMM dan GPII membubarkan diri. Setibanya di depan patung kuda Mahasiswa mulai ditembaki dengan peluru karet dan gas air mata.

“Tapi tiba-tiba di depan patung kuda kita diserang dan ditembaki peluru karet,” terang Beni.

Mendapat serangan dari aparat, Mahasiswa berusaha lari untuk menyelamatkan diri.

“Jadi kita mulai aksi 14.30 WIB, semua berlangsung tertib, jam 18.00 WIB diperingatkan waktu aksi sudah abis, kita long march. Baru sampe patung kuda polisi sudah menembakkan gas air mata dan peluru karet,” tandasnya.

Setelah aksi penembakan, penanggung jawab aksi mengumpulkan Mahasiswa untuk pendataan jumlah korban yang terluka dan yang diamankan kepolisian dalam kericuhan tersebut.#

Facebook Comments