AdalahPay

SatuNusaNews – Riyadh – Dengan Ramadhan akan dimulai pada hari Kamis di Arab Saudi, non-Muslim telah didesak oleh Pemerintah Arab Saudi untuk menghormati bulan suci Ramadhan dan menjauhkan diri dari makan, minum dan merokok di depan umum.

Kementerian Dalam Negeri  Arab Saudi mengeluarkan pemberitahuan setiap tahun untuk memastikan bahwa orang-orang dari agama lain memahami dan mematuhi undang-undang negara. Kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan masalah hukum.

Bagi umat Islam, itu adalah bulan pelatihan spiritual di mana mereka melakukan segala sesuatu yang mereka bisa untuk lebih dekat dengan Allah. Tidak hanya abstain dari makanan dan minuman dan hubungan perkawinan selama siang hari, tetapi juga berusaha untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Bagi mereka yang kelebihan berat badan dan obesitas, bulan puasa dapat membantu dalam kehilangan mereka kilogram ekstra, yang merupakan penyebab dari begitu banyak penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Beberapa ekspatriat non-Muslim di sana mengetahui dengan cepat, dalam upaya untuk memperoleh pemahaman tentang kewajiban agama ini dan mencapai beberapa pencerahan spiritual.

“Saya menganggap Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk pencetakan spiritual dengan mengendalikan keinginan duniawi saya. Ini adalah bulan saya berlatih berpantang dari arogansi, kesombongan, bergosip, fitnah, mengutuk, tidak menghargai orang lain dan sejenisnya, “ekspatriat Saleh Bucay mengatakan kepada Arab News.

“Saya dengan rendah hati memohon kepada sesama ekspatriat yang tidak berpuasa bahwa kita menjadi penasaran dan berhati-hati pada saat yang sama. Sebagai tanda hormat, kita harus menghindari makan atau minum di depan orang-orang yang berpuasa, terutama di tempat umum. “

Seorang pekerja Filipina, Neil Grajo, mengatakan kepada Arab News bahwa ia berpuasa tahun lalu untuk menurunkan berat badan, mengubah beberapa kebiasaan buruk, dan menunjukkan rasa hormat untuk rekan-Muslim di tempat kerja.

“Ramadan bisa menjadi baik untuk negara seperti Filipina di mana merokok dan minum alkohol tersebar luas, yang tidak hanya biaya orang uang tetapi juga kehidupan mereka,” kata Grajo. Dia mengatakan kebiasaan buruk dan tidak bermoral tidak dapat diubah tanpa pelatihan fisik yang sebenarnya.

Sa’dullah Khan, dalam sebuah artikel menyatakan: “Melalui puasa, manusia datang untuk mengatasi dengan diri jasmaninya, penjinakan selera fisiknya, menundukkan keserakahan dan nafsu, dan dengan demikian melintasi jalan yang semakin mengangkat kesadarannya dari fisik ke moral dan akhirnya ke dimensi spiritual dari keberadaanya”.

Apa yang terjadi di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia. Sebaliknya disini, pemerintah Indonesia meminta agar Umat Islam menghargai warga negara non Muslim yang tidak berpuasa dan ada himbauan untuk tidak melarang warung-warung makanan untuk buka di siang hari. (#)

Facebook Comments