AdalahPay

SatuNusaNews – Ditemui di kantornya lantai 5 Gedung Plaza Pemkot Bekasi (22/06) Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Kota Bekasi, Haryekti Rina mengaku kondisi kejahatan seksual terhadap anak kini sudah cukup membahayakan bangsa, apalagi beliau saat ini bertugas sebagai mediator bagi korban pelecehan seksual anak yang saat ini sedang mendalami kasus pelecehan seksual terhadap siswi sekolah dasar oleh seorang oknum guru olahraga yang beberapa waktu lalu terjadi di Bekasi tepatnya kelurahan Margahayu Bekasi Timur.

Anak dibawah usia 18 tahun tidak mungkin akan berhadapan dengan hukum itu artinya anak tersebut tidak bakal dipenjarakan paling tidak akan dikembalikan kembali kepada orangtuanya nah dari pada sudah ramai pemberitannya dan kasusnya juga tidak selesai lebih baik kita selesaikan dengan cara membangun psikologisnya, kesehatannya dan itu lebih bermanfaat buat kedua belah pihak. Dan banyak para orang tua pada awalnya tidak mau dimediasi akan tetapi pada akhirnya mereka menyadari bahwa ini bukan hanya menyangkut anak dia saja tetapi juga anak-anak yang lain, karena bisa jadi dia akan menjadi pelaku untuk yang lain atau juga sebaliknya korban saat ini dia akan menjadi pelaku besoknya. Ini yang akan kita putus mata rantainya dan mereka bena-benar menyadari akan hal ini, bahwa KPAID melakukan tugas ini untuk melindungi dan mencarikan solusi bagi mereka bukan mengekspose kasus mereka.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang tugas utamanya adalah melindungi anak Indonesia yang tertuang di dalam Undang – Undang (UU) RI No.35 Tahun 2014 sebagai perubahan dari UU 23 Tahun 2002 Tentang Konvensi Hak Anak, agar anak itu mendapatkan hak-hak nya dengan baik hingga dia menjadi dewasa dan tumbuh berkembang sesuai dengan apa yang menjadi haknya diantaranya mensosialisasikan tindak-tindak pencegahan, pola asuh yang benar kepada anak karena biasanya anak dirumah tidak mendapat tempat, tidak mendapat perlakuan yang baik dari orang tuanya, pola asuhnya yang salah, selalu di bully dirumah lalu ia mencari kenyamanan diluar rumah. adalah sebagai sebuah

Menurut Rina ibu dari empat anak alumnus IPB Tahun 1995 Jurusan Kimia ini yang baru menjabat sebagai komisioner KPAID Kota Bekasi 4 bulan yang lalu menyatakan bahwa penyebab utama terjadinya kejahatan seksual pada anak, ada tiga hal,”Tiga penyebab utama terjadinya tindak kejahatan seksual berawal dari; pertama dia pernah melihat orang dewasa atau orangtuanya melakukan hal-hal yang harusnya si anak tidak lihat, kedua biasanya si anak melihat dari akses internet (online), ketiga dia juga biasanya korban sebelumnya, jadi berputar di tiga hal ini saja,” tegasnya.

Ditanyakan kepadanya apa kendala utama baginya dalam menjalani fungsinya sebagai Komisioner KPAID selama ini, “Kendala kami dalam menjalankan fungsi mediasi ini adalah jika salah satu pihak tidak merasa itu sebuah masalah besar buat dirinya dan sering kali ia menggangap itu merupakan kenakalan anak-anak biasa. Orang tua yang terlalu melindungi anak itu juga merupakan tantangan buat kami, karena bagaimanapun juga baik dia korban maupun pelaku, dia bisa menjadi korban selanjutnya atau pelaku untuk orang lain,” ungkap Rina mantan Aleg DPRD Kota Bekasi komisi D masa bakti tahun 2009-2014.

Inilah terkadang yang menjadi berat buat kami karena kami juga tidak ingin ini menjadi ramai apalagi dengan mengatakan “kami sudah damai kok dengan korban” bagi kami bukan maslah damainya tapi lebih kepada memutus mata rantai kejahatan seksualnya agar hal ini tidak terjadi lagi pengulangan selanjutnya. # (Denis)

Facebook Comments