AdalahPay

SatuNusaNews  – Mengamati pernyataan Presiden Joko Widodo belakangan ini memang fenomenal  dan kerap menimbulkan  kontroversi.

Seperti kemarin, dalam rapat kabinet paripurna  (15/6) di Kantor Kepresidenan, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada jajarannya agar mengurangi barang dan produk impor.

“Agar neraca perdagangan kita menjadi semakin baik dan produksi di dalam negeri semuanya bisa bergerak,” kata Presiden.

Namun ternyata, pernyataan Jokowi berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan dan bisa jadi hanya muncul sebagai wacana saja.

Faktanya Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan untuk memenuhi daging pada  bulan puasa dan lebaran, Indonesia akan melakukan impor 270 ribu sapi dari Australia.

“Kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi,” kata Rachmat di sela meninjau Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Kamis. (11/6)

Rachmat Gobel mengatakan, untuk lainnya seperti bawang merah, cabe, dan lain-lainnya kecuali bawang putih masih impor.

Nada serupa keluar dari Menteri Perindustrian, Saleh Husin, pada diskusi Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), di Jakarta (15/6) , mengatakan bahwa Impor Gula  masih berlangsung di Indonesia dan  harus segera diatasi karena masyarakat sangat membutuhkan gula dengan skala besar.

” Impor gula masih berlangsung akan sepertinya masih akan terus impor selama kita belum bisa memproduksi sendiri. Kita meminta investor untuk melakukan percepatan produksi gula dengan membuka lahan seluas 10.000 hektare (ha) kebun tebu untuk menyuplai setiap satu unit pabrik gula,” kata menperin Saleh Husin.

Selain gula, menurut menperin , industri farmasi Indonesia masih ketergantungan bahan baku obat dari luar negeri dengan 90% impor. Bahkan, nilai impor pada 2014 lebih besar dari nilai ekspor 6,68% atau total sebesar USD900 juta.

“Tahun 2013 nilai ekspor USD532 juta tumbuh 16,98% dari 2012. Meskipun demikian farmasi masih dikuasai produk impor, nilai impor lebih besar dari nilai ekspor. Ini tantangan bagi kita semua,” ujar Menperin Saleh Husin saat meresmikan perluasan pabrik Bayer di Cimanggis, Depok, bulan lalu.

Dipantau juga oleh tim SatuNusaNews, dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada Maret 2015 mencapai USD12,58 miliar atau naik 9,29% dibanding Februari 2015.

Jadi, apakah Presiden masih terus mengeluarkan pernyataan kontradiktif tanpa mengecek fakta dilapangan dan memberikan solusi yang sebenarnya?.#

 

Facebook Comments