AdalahPay

SatuNusaNews – Lima nama yang diklaim Kejaksaan sebagai kandidat terbaik untuk maju dalam bursa pencalonan pimpinan KPK menuai kritik tajam dari sejumlah pihak. Apalagi, Jaksa Agung HM Prasetyo justru tak bisa menjamin kelima jaksa tersebut akan 100 persen bersih nantinya.

Untuk itu, Peneliti Indonesian Institute for Development and Democracy (Inded) Arif Susanto mengimbau Pansel Capim KPK untuk mewaspadai adanya ‘penumpang gelap’ dalam pendaftar Capim KPK. “Pansel seyogyanya harus mempertimbangkan potensi hal itu serta tidak mengesampingkan integritas pelamar. Artinya,pansel perlu mewaspadai ‘penumpang gelap’ di antara para pendaftar Capim KPK,” kata

Arief mengaku heran jika Jaksa Agung merekomendasikan lima nama. “Apalagi beliau tidak memberikan jaminan akan kualitas dan kompetensinya. Jelas ini sebuah bentuk tekanan pada pansel lewat dorongan dan rekomendasi, sama saja bagian pelemahan KPK,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan pengamat hukum pidana Abdul Fickar. Ia menyayangkan sikap Jaksa Agung memberikan rekomendasi namun tanpa memberikan jaminan. “Sama saja menyodorkan jaksa yang tidak berkualitas dan masih terlihat ego sektoralnya,” kata Abdul.

Ia menambahkan, sikap Prasetyo tersebut menunjukkan jika dirinya tidak mengetahui anatomi kejaksaan secara baik dengan pemilihan lima capim tersebut. “Saya yakin kelimanya tidak akan lolos. Jaksa Agung harusnya jeli, karena masih banyak jaksa terbaik di kejaksaan,” imbuhnya.

Kejaksaan sendiri sebenarnya memiliki beberapa jaksa terbaik yang kompetensi serta kapabilitasnya telah diakui oleh masyarakat, seperti Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Fery Wibisono yang pernah menjabat Direktur Penuntutan KPK, Warih Sardono, Deputi, Bidang Penindakan KPK, lalu ada Jan Maringka, saat ini masih menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Kejaksaan Agung dan Chuck Suryosumpeno ahli asset recovery yang kemampuannya sangat dibutuhkan oleh KPK saat ini.

Abdul menambahkan, kelima capim KPK usulan Jaksa Agung tidak terlihat kinerja dan prestasinya. Bahkan, track recordnya pun tidak jelas. “Jika beliau mendukung upaya pemberantasan korupsi, sebaiknya kirim jaksa terbaiknya. Toh tujuannya sama, yakni untuk memberantas korupsi di Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu mengatakan meskipun lima calon tersebut mendaftar bukan secara institusional,seharusnya Jaksa Agung menyodorkan jaksa terbaiknya. “Dimana-mana rekomendasi itu yang terbaik. Harusnya ada jaminan bahwa yang disodorkan itu jaksa terbaik. Bukan sebaliknya,” kata Masinton.

Lima nama yang diusulkan tersebut adalah Paulus Joko Subagio yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung, Jasman Pandjaitan selaku Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) yang juga merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Jamwas, kemudian Sri Harijati yang saat ini menjabat sebagai Direktur Perdata pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Suhardi dan Mochamad Rum Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua. #

Facebook Comments