SatuNusaNews – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Indonesia pada bulan Mei 2015 sebesar 0,5 persen. Ini merupakan inflasi tertinggi dalam lima tahun terakhir. “Pada tahun 2008 terjadi inflasi 1,41 persen di bulan Mei. Tahun-tahun sebelumnya juga tinggi, jadi ini bukan yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Tapi dalam lima tahun terakhir, ini yang tertinggi,” ujar Kepala BPS, Suryamin dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/6).

Disampaikan Suryamin, inflasi tahun kalender sebesar 0,42 persen dan inflasi secara year on year sebesar 7,15 persen. Sementara inflasi komponen inti sebesar 0,23 persen dan secarayear on year sebesar 5,04 persen. Kota dengan inflasi terendah, menurut Suryamin, adalah Singkawang dengan inflasi sebesar 0,03 persen. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Palu yakni di level 2,24 persen.

Dari 82 kota yang disurvei, dipaparkan Suryamin, 45 kota berada di bawah 0,5 persen. Sementara kota lainnya berada di kisaran 0,5 sampai satu persen. “Hanya Palu yang tinggi sekali. Artinya ada lebih dari 50 persen kota inflasinya di bawah 0,5 persen,” kata Suryamin. Hal tersebut menunjukkan, pengendalian inflasi di daerah sudah cukup bagus.

Menurut kelompok pengeluaran, Suryamin menjabarkan ada empat kelompok yang memberi andil besar terhadap inflasi. “Paling tinggi kelompok bahan makanan dengan inflasi sebesar 1,39 persen dan andil inflasi 0,28 persen,” katanya. Andil terbesar kedua disumbang oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau dengan inflasi Mei 0,50 persen dan andil 0,08 persen.

Sementara kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar terjadi inflasi 0,20 persen dan memberi andil inflasi 0,05 persen. “Yang keempat itu kelompok sandang dengan inflasi 0,23 persen dan sumbangan 0,02 persen,” jelas Suryamin. #(beritasatu)

Facebook Comments