AdalahPay

SatuNusaNews – Pemerintah Indonesia bersiap mendapat dana talangan dari Bank Dunia sebesar 2,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 32,5 triliun untuk pembangunan dalam skala nasional. Sehingga hutang Indonesia yang semula Rp 2,600 triliun kini bertambah besar.

Pemerintah Indonesia akan meminjam dana dari Bank Dunia untuk dialokasikan pada pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam skala nasional. Menurut Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves menjelaskan, dana pinjaman tersebut merupakan kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia pada Mei lalu.

“Jumlah sebesar 2,5 miliar dolar AS tersebut masih estimasi sebetulnya. Angkanya bisa lebih besar dari angka itu kalau implementasi proyek pemerintah cepat dilaksanakan. Kalau pemerintah cepat melaksanakan proyek di sektor yang kami sebutkan, maka kami juga akan cepat menggelontorkan dana itu. Tapi kalau lambat ya sebaliknya,” jelas Chaves saat ditemui wartawan di Fairmnont Hotel, Jakarta, (Rabu, 3/6).

Pihak Bank Dunia Jim Yong Kim bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana pada 20 Mei lalu. Pada pertemuan tersebut Bank Dunia menawarkan pinjaman 11 miliar dolar AS atau Rp 143 triliun untuk dipakai pada proyek pemerintah selama tiga atau empat tahun kedepan. Bank Dunia mencairkan 2,5 miliar dolar AS sebagai bentuk realisasi atas pertemuan dengan Jokowi.

Chaves mengatakan, Bank Dunia sedang melakukan komunikasi intensif dengan lembaga pemerintah terkait mekanisme pencairan pinjaman tersebut, termasuk membahas proyek apa saja yang akan didanai.

“Kami sudah bicarakan dengan Bappenas, dan Kementerian lain tentang proyek apa saja yang bisa kami biayai. Jadi nanti kita akan presentasi di depan petinggi World Bank pada Desember mendatang,” jelasnya.

Dengan pinjaman dana Bank Dunia, Chaves berharap proyek infrastruktur pemerintahan Jokowi bisa segera berjalan.

“Agar bisa mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, maka tak ada jalan lain bagi Indonesia kecuali mempercepat pembangunan infrastruktur. Dengan adanya hal tersebut, segala kegiatan manusia makin efisien dan kualitas hidup bisa meningkat,” jelasnnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyebutkan bahkan Indonesia masih punya utang sebesar Rp 2.600 triliun ke Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB). #

Facebook Comments