AdalahPay

SatuNusaNews  Menjelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri,  disambut dengan kenaikan harga bahan makanan pokok dimana-mana. Terlihat di sejumlah daerah masyarakat mulai panik akibat lonjakan harga yang melambung tinggi.

Pantauan Tim Pengendalian Inflasi (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta, saat melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional, menemukan gejolak kenaikan harga.

“Hasil pemantauan kami, memang ada sejumlah harga kebutuhan pokok yang mulai naik, kenaikkan tersebut disebabkan tingginya permintaan masyarakat,” kata Tri Mulyono, Ketua TPID DIY.

Ia mengatakan, sejumlah kebutuhan pokok yang harganya naik, di antaranya telur ayam, minyak goreng, daging ayam potong, daging ayam kampung, cabe merah besar, cabe merah kriting, cabe rawit merah, ikan lele, dan ikan kembung.

““Menjelang puasa dan lebaran, harga ikan secara umum diperkirakan cenderung mengalami kenaikan sebesar 10-20 persen. Secara psikologis harga naik karena memasuki bulan puasa dan lebaran, serta akibat meningkatnya permintaan ikan juga keterbatasan pasokan, khususnya ikan laut,” ujar Saut P. Hutagalung Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP dalam keterangan resmi, Senin (15/6).

Kenaikan harga bahan pokok yang siginifikan membuat Presiden Joko Widodo atau Jokowi jengkel dan marah. Bahkan Jokowi mengeluarkan nada marah yang rada ‘mengancam’.

“Jangan coba-coba memainkan harga,” kata Jokowi saat meresmikan pelaksanaan operasi pasar  serentak yang dikelola oleh Perum Bulog.di Cimahi, Senin (15/6/2015),”Saya ingatkan. Jangan ada yang bermain menjelang Lebaran. Kalau ada kenaikan tidak wajar, pasti saya kejar,” ujarnya.

Namun sikap Jokowi ternyata beda pula sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). JK memperkirakan lonjakan harga bahan-bahan pokok menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tetap akan terjadi.

Jadi JK justru meminta masyarakat mengikhlaskan naiknya harga-harga barang yang setiap tahun selalu terjadi.

Menurut JK , naiknya harga barang khususnya yang berasal dari hasil kebun dan sawah petani  jadi anggap saja sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) untuk para petani.

“Hadiah lebaranlah untuk petani. Kita kan ada THR, kasihlah sebagian untuk petani itu Rp 1.000, Rp 2.000,” kata JK (9/6) mengutip dari CNN.#

Facebook Comments