AdalahPay
Pekerja rumah sakit Korea Selatan menemani pasien di depan tenda karantina untuk tersangka kasus Mers di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul di Seoul. (AFP PHOTO / JUNG YEON-JE)

SatuNusaNews – Korea Selatan mengabarkan lagi bahwa terdapat lima kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pada hari Rabu, menambah jumlah orang yang terinfeksi menjadi 30 kasus sejak wabah itu mulai dua minggu lalu. Dua orang tewas.

Sementara itu belum ada lagi kelanjutan penularan dari manusia ke manusia, skenario paling buruk adalah terjadinya perubahan terhadap virus atau mutasi dan penyebaran yang cepat, seperti virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada tahun 2002-2003 lalu, yang menewaskan sekitar 800 orang di seluruh dunia.

Mera pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 2012 dan disebabkan oleh coronavirus dari keluarga yang sama seperti yang memicu SARS. Tapi Mers memiliki tingkat kematian lebih tinggi sebanyak 38 persen, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tidak ada obat atau vaksin.

China pekan lalu melaporkan kasus MERS pertama, bahwa seorang pria Korea Selatan yang positif bepergian ke Hong Kong dan ke daratan China.

Korea Selatan melaporkan dua kematian yang pertama dari MERS pada Selasa, memicu ketakutan di negara yang telah melaporkan banyak kasus di luar Timur Tengah, di mana penyakit ini pertama kali muncul.

Korea Selatan telah mengkarantina atau mengisolasi sekitar 1.300 orang yang memiliki kemungkinan terinfeksi MERS.

Dari lima kasus baru, empat berada di rumah sakit yang sama sebagai pasien pertama, seorang pria 68 tahun yang baru saja kembali dari perjalanan di empat negara di Timur Tengah. Yang lainnya, seorang pria 60 tahun, tertular dari orang lain yang terinfeksi.

Media mengatakan otoritas kesehatan sedang melakukan tes pada pasien lanjut usia yang meninggal pada hari Minggu setelah berbagi bangsal rumah sakit yang sama dengan salah satu orang dari dua penderita yang terinfeksi MERS yang telah meninggal. Para pejabat mengatakan, kemungkinan dia meninggal karena sakit yang ada.

Lebih dari 200 sekolah, terbanyak di provinsi Gyeonggi di sekitar ibukota, Seoul, dan di mana kematian pertama terjadi pada Senin, sekolah ditutup selama seminggu, kata Kementerian Pendidikan.

Gejala MERS dapat termasuk batuk, demam dan sesak napas. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan pernapasan, kata WHO.

– channelnewsasia.com

Facebook Comments