AdalahPay

SatuNusaNews – Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan akan menghadiri pembukaan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majeliis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia ke-5 , di Pondok Pesantren Attauhidiyah, Tegal, Jawa Tengah.

“Para calon pemimpin sering mengeluarkan janji-janji selama kampanye, tapi setelah menjadi pemimpin janji itu tidak ditepati,” demikian keterangan tertulis MUI di situs resminya, Senin (08/06).

MUI menyatakan, pihaknya akan mempertanyakan sejumlah hal tentang status janji kampanye serta mekanisme formal untuk menagihnya.

“Apakah hanya sebatas rencana atau janji yang harus ditepati. Konsekuensi dari dua hal ini berbeda dalam pandangan Islam,” kata MUI.

Selain status hukumnya, MUI juga akan membahas masalah hukum pengingkaran terhadap janji kampanye. Apabila janji dianggap sebagai hutang, maka pemimpin harus menepatinya.

“Hutang tersebut tidak serta merta lunas, bahkan ketika orang yang bersangkutan meninggal dunia,” jelas MUI dalam keterangan tertulisnya.

Rencananya, Komisi Fatwa MUI juga akan mempertanyakan persoalan hukum ketaatan kepada pemimpin yang tidak menepati janji.

“MUI mempertanyakan, dalam kasus seperti itu, bolehkah rakyat melakukan pembangkangan, termasuk menarik mandat kepemimpinan,” demikian keterangan tertulis MUI.

Selain membahas masalah strategis kebangsaan, forum Komisi Fatwa MUI ini juga membahas persoalan fikih, ilmu tentang hukum Islam, kontemporer serta hukum dan perundang-undangan.#(bbc)

 

Facebook Comments