AdalahPay

SatuNusaNews – Kepolisian anti Terorisme Turki menyatakan ke sepuluh ( 10) orang yang tergabung dalam Delegasi Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) dinyatakan bersih keterkaitan dengan ISIS.

Namun rombongan tersebut sempat  ditahan selama 4 jam oleh pihak kepolisian Turki setelah sebelumnya dipaksa turun dari pesawat saat hendak menuju Hatay,perbatasan Turki dan Suriah.

Mustofa Nahrawardaya, salah satu peserta delegasi mengatakan kepada tim SatuNusaNews bahwa penahanan tersebut hanya salah paham.

“Kami ditahan karena ada pelaporan bahwa kami membicarakan tentang ISIS padahal tidak ada satupun dari kami yang membicarakan itu selama di perjalanan (pesawat-red)”, ujarnya.

“Dan ternyata ada seorang wanita Uzbek yang melaporkan hal yang tidak benar ke crew pesawat bahwa kami ini ISIS, sehingga crew tersebut melaporkan ke pilot dan pilot menghubungi polisi bandara,” kata Mustofa.

Menurut Mustofa,setelah diperiksa dan dinyatakan bersih dari ISIS, maka rombongan diperbolehkan berangkat ke Hatay.

“Namun kendalanya KJRI tidak mau menjamin keselamatan kami apabila kami tetap berangkat ke Hatay, kan aneh, akhirnya kami berdiskusi dan memutuskan tidak jadi ke perbatasan karena alasan keselamatan. Dan menurut KJRI jika mau memberi bantuan harus melalui Pemerintah,bukan perorangan “, kata Mustofa.

“Padahal kami hanya ingin memberikan bantuan ke pengungsi Suriah secara langsung, bukan bermaksud apapun. Tetapi tidak ada jaminan keselamatan dari KJRI”, ujarnya lagi kepada tim SatuNusaNews melalui telepon.#

Facebook Comments