AdalahPay

SatuNusaNews – Ahok, Gubernur DKI,  menuduh pendahulunya, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, sengaja tidak melanjutkan proyek pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota di Jakarta.

“Pak Foke (sapaan Fauzi Bowo) batalkan karena terlalu banyak dikritik,” ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, di acara seminar New Cities Summit di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan (9/6).

Mantan Gubernur DKI yang kini menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk negara Jerman itu, kata Ahok, enggan popularitasnya menjadi menurun di kalangan warga Jakarta karena pembangunan 6 ruas jalan tol, dipastikan akan memperparah kondisi macet di hampir seluruh wilayah Jakarta yang dilintasi oleh pembangunan proyek itu.

Ahok mengatakan, Foke hanya berani mengambil risiko dengan membangun Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kasablanka sebagai upaya untuk menambah ruas jalan di Jakarta untuk tetap menjaga popularitasnya agar memiliki elektabilitas di Pemilihan Gubernur DKI Tahun 2012.

JORR menurut Ahok, sejatinya adalah ruas jalan yang membutuhkan jaringan yang menghubungkannya dengan wilayah-wilayah di dalam kota Jakarta. Enam ruas jalan tol, kata Ahok, harus diadakan untuk dapat berfungsi sebagai jari-jari ruas jalan bagi JORR.

Ahok mengaku tidak khawatir mendapat caci-maki dari warga akibat pelaksanaan proyek ini pasti akan membuat kemacetan di Jakarta menjadi semakin parah.

“Kamu mau enggak pilih kita lagi kita enggak peduli. Kalau ini (MRT, LRT, enam ruas jalan tol, dll) enggak mulai dibangun, nanti Jakarta dipenuhin kendaraan pribadi, udah enggak bisa gerak lagi di luar. Anda keluar rumah pun, tidak ngapa-ngapain, Anda sudah terjebak kemacetan,” jelas Ahok.

Facebook Comments