SatuNusaNews – TNI melarang dengan tegas kepada nelayan yang beroperasi di wilayah Aceh untuk menjemput dan membawa etnis Rohingya yang terjebak di laut ke wilayah Indonesia, kecuali kapal yang ditumpangi para imigran itu tenggelam, demikian juru bicara TNI.

Hal tersebut dikemukakan oleh juru bicara TNI Fuad Basya kepada BBC siang hari ini.

Namun dua nelayan Aceh mengaku, mereka dilarang menyelamatkan para pengungsi Rohingya dari laut, “bahkan jika kapal mereka tenggelam sekalipun.”

Tak pelak, Fuad Basya membantahnya. Dikatakannya TNI tidak melarang upaya penyelamatan ke darat apabila “kapalnya tenggelam atau mereka terapung-apung di laut dan tidak ada kapalnya.”

Menurut Fuad, orang asing yang masuk wilayah daratan Indonesia harus menggunakan dokumen resmi.
“TNI mempunyai kewajiban menjaga kedaulatan wilayah Indonesia, termasuk di laut,” ujar Fuad seperti yang dikutip dari BBC.#

 

 

Facebook Comments