SatuNusaNews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan mulai memanaskan mesin politiknya menghadapi pilkada 2015 ini. PKS digadang-gadang akan mengusung kadernya sendiri sebagai calon orang nomor satu di kota terbesar luar Pulau Jawa ini.

DPD PKS Medan telah mengajukan 7 nama untuk ditetapkan oleh DPP PKS sebagai bakal calon Walikota Medan 2016-2021 mendatang. Nama yang lumayan punya gaung besar ada pada tokoh nasional Tifatul Sembiring.

Tifatul Sembiring bukanlah kader biasa. Beliau pernah menjabat sebagai Presiden Partai, pernah duduk sebagai anggota DPR RI, dan mantan Menkominfo di era pemerintahan SBY-Boediono. Saat ini Tifatul Sembiring duduk sebagai anggota DPR RI perwakilan Sumatera Utara.

Sepertinya PKS tidak main-main menghadapi kontestasi pilkada Medan kali ini mengingat PKS pernah menjadi partai pemenang pemilu di Kota Medan. Jumlah penduduk yang besar, terbesar di luar Jawa, menjadikan Medan sebagai zona modal mendulang suara. Terlebih saat ini Provinsi Sumut dipimpin oleh kader PKS Gatot Pudjonugroho.

Dalam siaran persinya, Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan, Abdul Rahim Siregar memastikan PKS Kota Medan akan mengusung kader sendiri untuk maju di Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Medan pada Desember 2015 mendatang.

Saat ini DPD PKS Kota Medan sudah mengirimkan tujuh nama yang akan diusung menjadi bakal calon (balon) Walikota Medan. Dari ketujuh nama tersebut akan diproses oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumatera Utara (Sumut) untuk diusulkan dan dibahas ke DPP PKS.

Ketujuh nama tersebut yakni Ketua DPD PKS Medan Azhar Arifin, Anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidy, Anggota DPRD Medan Jumadi, Ketua DPW PKS Sumut yang juga Anggota DPRD Sumut yaitu Muhammad Hafez, Anggota DPRD Medan Salman Alfarisi, mantan Wakil Ketua DPRD Medan Surianda Lubis, serta mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring.

“Dalam prosesnya, seluruh nama yang diusulkan DPD, akan dimintai kesediaannya untuk maju dalam pilkada. Jika tidak bersedia, maka akan langsung dicoret dari rekomendasi. Masuknya tokoh nasional ini sendiri untuk bertarung di Pilkada menurutnya bukan menandakan minimnya tokoh lokal yang akan diusung,” kata Abdul Rahim di Kantor Pemenangan Pilkada Medan, Rabu (6/5) sore.

Menurut Abdul Rahim, penentuan calon yang akan diusung dari PKS nantinya juga akan mempertimbangkan kesepakan dari lobi antar partai yang diajak berkoalisi. Mengingat PKS hanya memiliki 5 kursi di DPRD Kota Medan.

“Kita butuh minimal 5 kursi lagi untuk bisa mengusung calon,” ujarnya.

Abdul Rahim mengakui posisi PKS yang hanya lima kursi tidak bisa mengajukan calon sendiri alias harus berkoalisi. Sejauh ini, pihaknya baru secara lisan menjajaki komunikasi dengan partai lain, salah satunya Partai Gerindra.

Facebook Comments