SatuNusaNews – Sekitar seratus ribu jamaah Hizbut Tahir Indonesia (HTI) memenuhi Stadion Gelora Bung Karno kemarin (30/5). Acara ini merupakan Rapat Akbar jamaah HTI seluruh Indonesia.

Acara ini bertema “Bersama Umat Tegakkan Khilafah” yang menyerukan pemerintah untuk bersungguh sungguh mengamalkan syariat Islam di negeri ini.

Namun di dunia maya, acara ini mengundang berbagai komentar. Tak luput mendapat perhatian dari Aktifis Jaringan Liberal (JIL) sekaligus Nahdlatul Ulama (NU) Akhmad Sahal.

Akhmad Sahal menuding HTI melakukan makar lantaran  menggelar rapat dan pawai akbar yang bertujuan untuk menegakkan khilafah.

“Menurut Sunni, pemerintah yang berbasis prinsip syura (musyawarah), bertujuan menegakkan ketertiban adalah pemerintah yang sah, asalkan pemerintah tersebut tak memerintahkan melakukan ma’siat. Pemerintah seperti itu sah dan wajib ditaati,” ujarnya melalui akun Twitter, @sahaL_AS.

Makar yang dimaksud adalah merongrong negara sendiri yang sah dan sudah jelas dasar negara. Sahal menekankan untuk membedakan antara makar dengan oposisi dan demonstrasi atau kritik terhadap pemerintah.

“Gerakan khilafah HTI yang merongrong NKRI adalah makar terhadap negara yang sah sama bertentangan degan syariah,” ujarnya.

“Kenapa HTI mengusung khilafah? Bagi mrk, masa depan adlh masa lalu. HTI bukan hanya gagal moveon, tp anti moveon. Ciyan”, kata Sahal dalam akunnya lagi.#

Facebook Comments