AdalahPay

SatuNusaNews – Retno Listyarti mantan Kepala Sekolah SMAN 3, Jakarta yang diberhentikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta karena telah meninggalkan sekolah saat pelaksanaan ujian nasional (UN) 2015 dan lebih mementingkan organisasinya yaitu Federasi Serikat Guru Indonesia.

Retno mengaku sangat kecewa dengan pemberhentian dirinya dan juga menyatakan kecewa dengan sikap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terkesan memojokkan dirinya yang telah dengan lantang mengungkap kecurangan UN.

Sudah 12 tahun Retno mengaku berjuang agar UN tidak lagi jadi penentu kelulusan. Sekretaris Federasi Serikat Guru Indonesia ini bahkan sampai ke Mahkamah Agung untuk memperjuangkan hal tersebut. “Saya juga mendampingi siswa yang berupaya bunuh diri karena UN,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Serikat Guru Indonesia (SEGI) Heru Purnomo  seperti yang dikutip dari laman CNN bahwa Retno bukan hanya berjuang untuk pendidikan namun juga memberantas korupsi di lingkungan pendidikan tersebut.

“Saat Retno menjabat sebagai kepsek SMAN 76 Jakarta, ia mengembalikan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) mencapai Rp 400 juta di akhir 2014,” kata Heru.

Pemberhentiannya tersebut dinilai tindakan sewenang-wenang. Pasalnya alasan alasan pemberhentian hanya karena ia tidak berada di SMA Negeri 3 saat UN. Ia tidak ada di sekolah untuk kepentingan wawancara dengan media massa soal kecurangan UN.

Surat pemberhentiannya ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman 7 Mei lalu dalam Surat Keputusan Nomor 355 Tahun 2015. #

 

 

Facebook Comments