AdalahPay

SatuNusaNews – Palestina yang telah menjadi anggota FIFA sejak 1998, ingin otoritas sepak bola dunia itu membekukan Israel. Tuntutan itu muncul setelah sejumlah pemain Palestina dihambat pergerakannya oleh pemerintahan Israel.

Namun akhirnya Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) akhirnya membatalkan tuntutan mereka yang meminta Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) dibekukan pada Kongres FIFA yang berlangsung di Zurich, Swiss, Jumat (29/5).

“Saya mungkin sudah mati pada tahun depan. Mungkin tahun depan saya tidak akan datang ke sini dan membicarakan hal ini,” ujar Rahoub ,Presiden PFA, di kongres FIFA.

“Saya berharap suatu hari warga Palestina, seperti warga negara lainnya dapat menikmati permainan sepak bola.”

Presiden IFA, Ofer Eini, berusaha untuk menenangkan pihak Palestina dan menawarkan perdamaian kepada Rahoub.

“Biarkan para politisi melakukan pekerjaannya di dunia politik. Marilah kita bekerjasama. Saya ingin kita saling bekerja sama dan mengatasi segala perbedaan,” ujar Eini.

“Sepak bola merupakan jembatan menuju perdamaian. Saya meminta Anda untuk bergabung di panggung dan berjabat tangan dengan saya,” ujar Eini melanjutkan.

Rajoub pun maju ke panggung dan menyalami Eini sambil bertatapan mata, dan disertai tepuk tangan dari anggota kongres FIFA lainnya.

Sempat dilakukan pemungutan suara mengenai tuntutan PFA, yang 90 persen suara akhirnya mendukung IFA tetap menjadi bagian dari FIFA.#(CNN)

Facebook Comments