SatuNusaNews – Membaca dari media bahwa Presiden akan menghadiri Jambore Relawan besok Sabtu,16/5/2015 di Bumi Perkemahan Cibubur, langsung sedih hati saya,karena yang sejatinya Presiden Jokowi sebagai Presiden Indonesia mampu menyatukan rakyatnya  menjadi satu kesatuan,bukan malah mengkotak-kotakkan.

Apakah penting pak Presiden hadir di Jambore Relawan yang konon akan dihadiri 6000 relawannya?

Banyakkan mana yang disebut non Relawan di luar sana,yang hanya miris melihat secara nyata dan secara sengaja tidak diikutsertakan?Apa ini bukan cara terus memecah belah? Apa rakyat non Relawan tidak penting bagi bapak Presiden?

Relawan itu orang yang Rela. Dan ada pada saat Pilpres lalu. Harusnya setelah berhasil ya sudah,sekarang Presiden Jokowi milik Rakyat Indonesia, dan bukan milik Relawan semata.Atau memang ada agenda atau janji khusus?

Apakah dengan duduk dengan Relawan,masalah kebangkrutan rupiah,dan harga pokok melambung tinggi akan selesai? Apakah pak Jokowi tahu karena perekonomian yang lambat dan lesu,sudah banyak perusahaan yang mem-PHK karyawannya?

Duduklah dengan menteri-menterimu pak Presiden,evaluasi kerja mereka yang tidak maksimal.Apalagi yang cuma minum jamu!.Bukan duduk dengan Relawan.

Sekali lagi,saya berharap agar Pak Presiden lebih arif dan bijaksana dalam memilah-milah masalah suatu bangsa. Yang terpenting adalah menyatukan rakyat Indonesia dan memajukan kesejahteraannya.

Dengarlah suara seluruh rakyat. Bukan hanya mendengar suara Relawan. Kalau mau disebut sebagai Presiden seluruh Rakyat Indonesia bukan hanya Presiden Relawan!.#

 

 

 

Ditulis oleh : Srie Wulandari -Pemred SatuNusaNews

Facebook Comments