AdalahPay

SatuNusaNews – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H. M. Nasir Jamil menghimbau polemik bendera Aceh harus dihentikan dahulu. Baik Pemerintah Aceh dan Pemerintah pusat harus bisa menahan diri dahulu karena ini bukan masalah yang urgen bagi rakyat Aceh.

“Ya menahan diri aja dulu. Selama ini kan bukan prioritas untuk diselesaikan,” ujar Nasir disela-sela kegiatannya bertemu langsung dengan konstituennya di Gedung DPD PKS Aceh Barat Selasa (05/05) siang tadi.

“DPRA dan Pemerintah Aceh harus menjelaskan sejauh mana urgensi lambang dan bendera Aceh ini. Sebenarnya karena pusat masih belum merekomendasi. Berbagai upaya sudah dilakukan tetapi masih mentok,” komentar Nasir atas berlarutnya polemik bendera Aceh.

Saat ditanya apakah ada masalah dengan boleh tidaknya ada bendera di suatu daerah, anggota Komisi III yang membidangi masalah hukum DPR RI ini menyatakan tidak ada masalah. “Sebenarnya ga ada masalah. Ga ada masalah. Cuman memang pemerintah acuannya PP mengenai lambang dan bendera daerah.”

Namun dia menyayangkan sulitnya titik temu karena disain bendera Aceh yang mirip dengan simbol separatis Aceh Merdeka. “Lambang dan bendera daerah ini ga boleh menyerupai lambang gerakan separatis. Mungkin kalau dirubah sedikit. Sebenarnya pemerintah meminta dirubah sedikit. Tapi ini masalahnya marwah, harga diri. Pemerintah Aceh punya harga diri, pemerintah pusat juga punya harga diri,” urainya.

“Harus ada yang mengalah, ga boleh ngotot-ngototan. Siapa yang mengalah, tentu tergantung kekuatan pengaruhnya. Jadi kalau pemerintah Aceh punya pengaruh yang kuat, bisa merubah sikap pemerintah pusat.”

Namun Nasir tetap mengharapkan adanya perubahan sikap DPR Aceh dan Pemerintah Aceh untuk merubah corak bendera agar tak sama dengan lambang bendera Gerakan Aceh Merdeka. Hal ini agar tidak terus timbul gesekan yang tidak perlu, karena tak ada urgensinya dengan urusan rakyat Aceh.

“Tapi sepertinya tidak mungkin. Berat sekali kalau ingin tetap memaksakan bendera seperti yang sekarang ini karena mirip sekali dengan lambang separatis gerakan aceh merdeka di masa lalu. Jadi ya harus dirubahlah, ditambahi atau dikurangi sedikit. Asal tidak merubah substansi. Substansinya yang penting, bukan warna atau coraknya,” tutupnya.

Bendera Aceh yang menjadi polemik berwarna merah dengan logo bulan dan bintang memang sangat mirip dengan lambang Gerakan Aceh Merdeka. Apalagi corak garis yang di bendera juga merepresentasikan suatu kelompok politik tertentu. Berulang kali terjadi gesekan antar masyarakat yang mendukung dan menolak disain bendera tersebut.

Insiden terakhir Ketua Komisi I DPR Aceh Abdullah Saleh SH mengingatkan bendera Aceh ke leher Sekretaris DPR Aceh, HA Hamid Zein karena melarang pengibaran disebabkan belum ada perintah pimpinan. Insiden tersebut nyaris menimbulkan keributan di DPR Aceh.

Facebook Comments